Blitar (beritajatim.com) – Atap rumah Sodik Asrifin di dusun Slumbung desa Slumbung kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Terbang. Atap bangunan yang terbuat dari Galvalum tersebut seluruhnya terbang saat diterjang hujan deras disertai angin kencang.
“Tadi itu kan hujan deras dan angin kencang diduga tidak kuat menahan salah satu atap rumah warga itu langsung ikut terbang,” kata Ivong Bettryanto, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Minggu (11/12/2022).
Atap bangunan milik Sodik Asrifin itu terbang dan menimpa kabel listrik PLN. Akibatnya tiang listrik PLN pun ikut roboh dan menimpa rumah seorang warga desa Slumbung kecamatan Gandusari kabupaten Blitar.
Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun akibat robohnya tiang listrik PLN tersebut listrik di wilayah dusun Slumbung kecamatan Gandusari kabupaten Blitar sempat padam. “Jadi tadi itu atap rumah warga terbang dan menimpa kabel listrik sehingga tiang listrik PLN pun ikut roboh,” jelasnya
Rumah warga yang tertimpa tiang listrik itu pun mengalami kerusakan ringan di bagian atas bangunan. Namun beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”angin-kencang”]
Peristiwa hujan deras disertai angin kencang di wilayah dusun Slumbung kecamatan Gandusari kabupaten Blitar tersebut terjadi pukul 13.00 WIB. Menurut BPBD kabupaten Blitar hujan deras disertai angin kencang itu terjadi lebih kurang selama lebih satu jam.
Diduga karena tidak kuat menahan kencangnya angin, atap bangunan rumah milik Sodik Asrifin pun ikut terbang dan menimpa kabel listrik milik PLN. Selain faktor kencangnya angin, ringannya atap bangunan yang terbuat dari Galvalum juga menjadi penyebab peristiwa tersebut terjadi.
“Ya karena angin kencang itu jadi atap bangunan rumahnya tidak kuat menahan hembusan angin akhirnya atap rumahnya ikut terbang,” imbuh Ivong.
Selain menerbangkan atap bangunan rumah warga, angin kencang juga merusak 2 bangun warga. Rumah milik Sunaryo warga Desa Slumbung juga mengalami rusak ringan setelah diterjang angin kencang.
Bagian atap bangunan mengalami kerusakan ringan setelah tidak kuat menahan hembusan angin kencang disertai hujan deras. Sementara itu satu rumah lagi yakni milik Rohmat juga mengalami hal yang sama.
Bagian atap bangunan rumahnya rusak setelah angin kencang disertai hujan deras menerjang wilayah desa Slumbung selama lebih dari 1 jam. “Selain itu, ada 2 rumah warga yang juga rusak ringan akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras, semua kategori ringan,” paparnya.
Mendapati laporan tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar pun langsung berkoordinasi dengan pihak PLN. Hal itu dilakukan untuk mematikan jaringan listrik di wilayah dusun Slumbung desa Slumbung kecamatan Gandusari kabupaten Blitar sebelum dilakukan proses evakuasi.
Selain itu pematian jaringan listrik ini juga dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban karena kondisi tiang listrik PLN yang roboh sangat membahayakan warga. Proses penanganan Peristiwa tersebut ditangani oleh BPBD kabupaten Blitar bersama PLN.
“Kami langsung berkoordinasi dengan PLN untuk proses penanganan dan evakuasi karena inikan berkaitan dengan listrik dan PLN” pungkasnya
Setelah jaringan listrik dipadamkan sementara proses evakuasi puing bangunan pun langsung dilakukan oleh warga bersama BPBD Kabupaten Blitar. Penutupan atap rumah dengan terpal plastik pun langsung dilakukan BPBD Kabupaten Blitar agar rumah tetap bisa digunakan oleh penghuni.
Sementara itu untuk jaringan listrik juga telah dilakukan perbaikan oleh teknisi dari pihak PLN wilayah Kabupaten Blitar. Meski sempat padam namun kini jaringan listrik ke rumah-rumah warga telah kembali menyala.(owi/kun)






