Pamekasan (beritajatim.com) – KH M Ghozi Mujtaba menyampaikan pesan keagamaan kepada anggota Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, agar menjaga lima perkara penting sebelum datang lima perkara lainnya dalam kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan dalam pengajian rutin yang digelar Polres Pamekasan di Kompleks Mapolres Pamekasan, Jalan Raya Nyalaran 224 Pamekasan, Kamis (17/9/2026). Pesan ‘jaga lima sebelum datang yang lima’ tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dalam pengajian tersebut, KH M Ghozi Mujtaba mengingatkan para anggota kepolisian tentang keterbatasan usia, kesehatan, waktu, dan kesempatan hidup. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah SWT sebelum mengalami perubahan keadaan yang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, ajaran tersebut mengandung pesan moral yang relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh anggota kepolisian yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Pesan jaga lima sebelum datang yang lima ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang mengajarkan umat Islam untuk memanfaatkan lima kesempatan sebelum datang lima keadaan,” kata KH M Ghozi Mujtaba.
Ia menekankan bahwa kesempatan hidup tidak selalu berlangsung dalam kondisi yang sama. Masa muda akan berganti dengan masa tua, kesehatan dapat berubah menjadi sakit, dan kelapangan waktu bisa berganti dengan kesibukan.
“Oleh karena itu, setiap manusia perlu menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk melakukan kebaikan, memperbanyak amal, serta menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ungkap Ghazi Mujtaba.
Dalam ceramahnya, KH M Ghozi Mujtaba menjelaskan lima perkara yang perlu dijaga dan dimanfaatkan sebelum datang lima keadaan berikutnya. “Lima perkara ini penting untuk kita amalkan bersama, meliputi masa muda sebelum masa tua, masa sehat sebelum masa sakit, masa kaya sebelum masa miskin, masa luang sebelum masa sibuk, serta masa hidup sebelum datangnya kematian,” jelasnya.
Lima perkara tersebut mengandung ajakan agar manusia tidak menyia-nyiakan nikmat dan kesempatan yang dimiliki. Pertama, masa muda sebelum masa tua. Masa muda merupakan kesempatan untuk memperkuat ibadah, menuntut ilmu, membangun karakter, dan melakukan berbagai amal kebajikan sebelum memasuki usia lanjut.
Kedua, masa sehat sebelum masa sakit. Kesehatan menjadi nikmat penting yang perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk beribadah, bekerja, serta memberikan manfaat bagi sesama. Ketiga, masa kaya sebelum masa miskin. Kelapangan rezeki hendaknya digunakan secara bertanggung jawab, termasuk untuk membantu orang lain dan menjalankan kewajiban sosial serta keagamaan.
Keempat, masa luang sebelum masa sibuk. Waktu yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat, bukan dihabiskan tanpa tujuan. Kelima, masa hidup sebelum datangnya kematian. Setiap manusia diingatkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan mempersiapkan bekal akhirat selama masih diberikan kesempatan hidup.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ghozi juga menyampaikan pesan moral bagi anggota kepolisian, sekaligus mengaitkan pesan keagamaan tersebut dengan tanggung jawab anggota Polres Pamekasan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pengingat agar setiap anggota kepolisian menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Bagi anggota Polres Pamekasan, pesan keagamaan dapat menjadi pengingat pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus mengajak anggota kepolisian untuk tidak menunda kebaikan dan memanfaatkan setiap kesempatan dalam menjalankan tugas maupun kehidupan pribadi. Sekaligus menjadi bagian dari kegiatan keagamaan bagi anggota kepolisian.
Melalui pengajian rutin tersebut, pesan keagamaan tentang keterbatasan waktu dan nikmat kehidupan menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta untuk senantiasa memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menjalankan tanggung jawab secara amanah. [pin/ted]






