Ringkasan Berita:
- Pohon mangga tumbang akibat angin kencang di Kampung Dawuhan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Selasa (3/11/2026) petang.
- Dua rumah milik warga mengalami kerusakan ringan dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp3,25 juta.
- Seorang warga bernama Hj. Nisa atau Toyani mengalami luka ringan pada bagian tangan akibat terkena seng. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
- BPBD Situbondo melakukan penanganan bersama unsur terkait dan menyiapkan kajian kebutuhan pascabencana serta bantuan logistik bagi warga terdampak.
Situbondo (beritajatim.com) – Angin kencang menyebabkan pohon mangga tumbang dan menimpa dua rumah warga di Kampung Dawuhan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Selasa (3/11/2026) petang. Insiden tersebut mengakibatkan dua bangunan mengalami kerusakan ringan dan seorang warga mengalami luka ringan.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Pohon mangga diduga tumbang akibat terpaan angin kencang yang diperparah kondisi akar pohon yang telah lapuk.
“Angin kencang menyebabkan pohon mangga tumbang dan menimpa bagian depan dua rumah warga. Kondisi akar pohon yang sudah lapuk juga diduga menjadi faktor penyebab tumbangnya pohon tersebut,” ujar Puriyono, Rabu pagi.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Sandiyanto, 29, dan Feni Aniati, 38. Keduanya berada di RT 002/RW 007, Kampung Dawuhan, Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan.
Berdasarkan pendataan BPBD Situbondo, kedua bangunan tersebut merupakan rumah permanen yang mengalami kerusakan ringan. Total kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp3,25 juta.
Rumah milik Sandiyanto mengalami kerugian sekitar Rp750 ribu. Sementara itu, kerusakan rumah Feni Aniati ditaksir mencapai Rp2,5 juta.
Saat kejadian, pemilik rumah bersama sejumlah warga lainnya sedang duduk santai di teras. Namun, pohon mangga tiba-tiba tumbang dan menimpa bagian depan kedua rumah tersebut.
Insiden itu juga menyebabkan seorang warga bernama Hj. Nisa atau Toyani mengalami luka ringan pada bagian tangan akibat terkena seng. Korban kemudian melakukan perawatan secara mandiri di rumah.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, satu orang warga mengalami luka ringan akibat terkena seng saat pohon tumbang,” jelasnya.
BPBD Situbondo menerima laporan kejadian tersebut pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah mendapatkan informasi dari warga, Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung melakukan peninjauan lokasi serta kaji cepat untuk mengetahui kerusakan dan dampak yang ditimbulkan.
Penanganan pohon tumbang dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, mulai dari staf Kecamatan Kapongan, anggota Polsek dan Koramil Kapongan, Tagana Dinas Sosial Situbondo, Pemerintah Desa Wonokoyo, hingga warga setempat.
Puriyono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama angin kencang yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang. Pohon-pohon yang kondisinya sudah lapuk dan berpotensi tumbang perlu diantisipasi agar tidak membahayakan warga maupun bangunan di sekitarnya,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Situbondo berencana melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana atau Jitupasna di lokasi kejadian. Selain itu, penyaluran bantuan logistik juga disiapkan untuk membantu warga yang terdampak musibah tersebut. [awi/beq]

as a preferred source on Google




