Blitar (beritajatim.com) – Pagu anggaran Pemerintah Kabupaten Blitar pada 2023 ini mencapai Rp2,1 triliun. Tetapi hingga awal bulan Mei ini baru terserap 20 persen.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Kurdiyanto mengatakan rendahnya serapan pagu anggaran tersebut lantaran masih banyak proyek yang belum berjalan.
“Iya, memang masih 20 persen yang terserap lainnya belum tapi pasti akan bertambah serapannya,” kata Kurdiyanto, Senin (8/5/2023).
Dari Rp2,6 triliun, anggaran yang terserap untuk hingga triwulan pertama ini masih sekitar Rp527 miliar. Adapun anggaran yang terserap tersebut mayoritas digunakan untuk gaji pegawai serta operasional.
Sementara untuk sektor pengerjaan proyek fisik hingga kini masih berjalan lambang. Sejumlah proyek besar belum bisa berjalan sehingga serapan anggaran Kabupaten Blitar masih kecil.
Baca Juga:
Gizi Buruk di Kabupaten Blitar Tembus 3.922 Kasus di 2022
“Mayoritas Rp500 miliar itu untuk gaji dan operasional serta sebagian proyek fisik yang kecil-kecil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kurdiyanto menjelaskan bahwa pagu anggaran biasanya baru akan terserap maksimal di triwulan III. Pada triwulan III itu sejumlah proyek fisik yang nominal cukup besar biasanya baru dijalankan.
Meski serapan anggaran Kabupaten Blitar masih rendah hingga triwulan pertama, namun BPKAD optimis angka serapan anggaran terus meningkat seiring berjalannya waktu.
“Biasanya akhir triwulan ke tiga baru angka serapan baru akan meningkat dan pasti meningkat,” tandasnya.
Baca Juga:
Pemkab Blitar Kekurangan Dana Untuk Memperbaiki Seluruh Jalan Rusak
Pagu anggaran Rp2,6 triliun yang dimiliki Pemkab Blitar dialokasikan ke empat pos yakni belanja Operasi, belanja Transfer, belanja tidak terduga serta belanja modal. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Belanja Operasi memiliki pagu anggaran senilai Rp1,8 triliun,
2. Belanja Modal memiliki pagu anggaran senilai Rp412 miliar,
3. Belanja Transfer memiliki pagu anggaran senilai Rp390 miliar,
4. Belanja Tidak Terduga memiliki pagu anggaran senilai Rp15 miliar.
Dari semua alokasi tersebut pos belanja operasi merupakan yang paling banyak terserap pada pada triwulan pertama ini. Meski demikian BPKAD Kabupaten Blitar optimis seluruh anggaran bisa terserap dengan baik di akhir tahun nanti.
“Pasti semua terserap dan selesai akhir tahun nanti,” pungkasnya. [owi/beq]






