Surabaya (beritajatim.com) – Program Puslatda Jatim kembali digelar bulan ini setelah sempat vakum. Ini lantaran anggaran pelatihan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah cair.
KONI Jatim pun kembali memanggil seluruh atlet Puslatda untuk kembali mempersiapkan diri jelang menghadapi Pra PON dan PON Sumatera-Aceh.
Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo mengatakan, persiapan atlet Puslatda Jatim ini akan kembali dimulai. Saat ini, KONI Jatim sudah berkomunikasi dengan para pengurus cabang olah raga untuk kembali menggelar Puslatda.
Bahkan dalam program Puslatda di pekan kedua Januari nanti, para atlet sudah mulai mengikuti serangkaian tes. Di antaranya kesehatan dan fisik di KONI Jatim untuk mengetahui bagaimana kondisi para atlet setelah tiga bulan libur.
KONI juga telah berkoordinasi dengan para pengurus cabang olah raga yang selama tiga bulan terakhir ini berlatih mandiri. Tentu mereka lebih siap mengikuti Puslatda Jatim.
“Persiapan Puslatda Jatim Januari ini kita sudah berkoodinasi dengan seluruh pengurus cabor dan kami sudah memberitahukan untuk kembali berlatih dalam waktu dekat,” ungkap pria yang kerap disapa Ibag ini, Rabu (3/1/2024).
Ibag melanjutkan, untuk anggaran sendiri para pengurus cabor tidak perlu terlalu khawatir. KONI Jatim sudah berkoordinasi dengan Pemprov terkait anggaran dana.
Menurut dia, Pemprov telah menyanggupi pencairan anggaran untuk kembalinya Pusltada Jatim. Bahkan anggaran hingga PON Sumatera-Aceh mendatang sudah dipersiapkan.
“Sudah diberitahukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur jika anggaran Puslatda ini cukup sampai PON mendatang, sama seperti anggaran PON Papua lalu,” tegasnya.
Dengan anggaran yang sudah ditetapkan Pemprov, maka KONI Jatim mempersiapkan training camp ke luar negeri untuk para atlet cabang olah raga yang memiliki kualitas khusus.
“Training camp di luar negeri kita coba agendakan dan peruntukan untuk cabang olah raga yang memiliki prospek besar meraih medali emas di PON mendatang,” imbuhnya.
Beberapa cabang olah raga sudah disiapkan untuk berangkat ke beberapa negara sudah masuk dalam catatan KONI Jatim. Sedangkan atletnya dipilih oleh masing-masing cabor.
“Jadi kita sudah melihat peta mana saja cabor yang memiliki potensi medali yang cukup bagus seperti emas dan perak, ada beberapa seperti renang, selam, panjat tebing dan gulat ini merupakan cabang olah raga yang berkompeten mendapat medal emas dan memang harus melakuan trainning camp ke luar negeri,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, setidaknya sejak September hingga Desember 2023, program Pemusatan Latihan Daerah Jatim 100/V harus terhenti. Ini lantaran kegiatan Puslatda hanya bisa sampai Pra PON karena minimnya anggaran. [way/beq]






