Surabaya (beritajatim.com) – Secara keseluruhan, jika dilihat performa Timnas Indonesia ketika melakoni Piala AFF 2020 sejak ditangani Shin Tae Yong (STY), sudah ada progres bagus.
Timnas Indonesia yang awalnya tidak difavoritkan juara, justru dapat melaju jauh hingga partai final. Meski di final kalah dari Thailand, masyarakat sudah cukup puas dengan hasil racikan STY.
Timnas Indonesia kini dihuni dengan mayoritas pemain muda berpotensi akan jadi negara kuat di masa mendatang. Namun, menurut Shin Tae-yong sendiri, timnas masih memiliki beberapa kelemahan.
Berikut ini tiga kelemahan Timnas Indonesia menurut Coach STY dirangkum dari wawancara dengan Deddy Corbuzier.
Latihan Beban
STY menjelaskan jika metode latihan beban harus diterapkan kepada para pemain agar dapat meningkatkan kualitas dan kekuatan fisik. Alasan latihan beban harus ditingkatkan karena dalam permainan sepak bola sering mengalami benturan dengan pemain lawan.
Jika fisik lemah, pemain akan rawan cedera. Latihan beban yang maksimal akan membantu fisik pemain jadi lebih prima. Potensi cedera saat terjadi benturan yang terjadi dengan pemain lawan pun bisa diminimalisir.
Makanan
Sebenarnya masalah makanan sudah menjadi hal serius di Timnas Indonesia sejak dulu. Menurut Shin Tae-yong, pemain Timnas masih suka makan gorengan dan nasi goreng. Padahal yang dibutuhkan adalah makanan dengan kandungan protein, bukan karbohidrat.
Asupan makanan begitu penting untuk menjaga tenaga para pemain. Jika asupan makanan tidak mendapat perhatian khusus maka para pemain bisa mudah lelah, dan kehabisan tenaga saat pertandingan.
Mental Profesional
Harus diakui jika pemain Timnas Indonesia masih minim pengalaman internasional. Hal ini membuat mental pemain Timnas masih perlu dibenahi. Apalagi rata-rata pemain Timnas berkisar usia 20-23.
Namun, setidaknya pengalaman para pemain saat ajang Piala AFF 2020 beberapa waktu lalu dapat meningkatkan mental profesional mereka.
Sehingga, sebelum menghadapi turnamen besar atau kualifikasi lain dalam waktu dekat pemain sudah bisa lebih siap. Apalagi ada cukup banyak agenda PSSI tahun ini.
Mental profesional dan tidak pantang menyerah akan menjadi modal berharga untuk mengembalikan kejayaan Timnas Indonesia.
Shin Tae Yong adalah pelatih berpengalaman yang dijuluki Mourinho dari Asia. Saat menjadi pelatih Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018, dia berhasil menyingkirkan Timnas Jerman. Bukan tidak mungkin, Timnas Indonesia akan berjaya di tangah STY. (dan/ian)






