Tuban (beritajatim.com) – Seorang pemuda bernama Dwi Agung Teddy Prasetya lolos seleksi calon anggota Bintara Polri di Polres Tuban. Dia mampu lulus setiap tahapan seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Angkatan 2023.
Pemuda 20 tahun kelahiran 9 November 2003 ini merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Suwiji dan Wastutik. Sang ayah berprofesi sebagai juru parkir di Jalan Panglima Sudirman Tuban.
Teddy tak menyangka namanya masuk dalam 47 daftar peserta dinyatakan lolos seleksi Bintara Polri. Sehingga, setelah pengumuman Teddy bergegas menemui ayahnya yang sedang bekerja.
Rasa haru menyelimuti keduanya dan tak henti – henti Teddy bersama ayahnya mengucapkan rasa syukur atas penerimaan anggota Bintara Polri Tahun 2023.
BACA JUGA:
Antisipasi Gesekan, Ratusan Personel Tuban Kawal 1562 Warga PSHT yang Akan Disahkan
“Sangat bangga dengan orang tua saya, sebab, tanpa perjuangan dan doa dari kedua orang tua, tidak akan mampu lulus menjadi anggota Polri,” tutur Teddy.
Bukan hal mudah untuk orang tua Teddy untuk mendaftarkan putranya menjadi Polisi, namun berkat kegigihan pemuda yang lahir dan tinggal di Dusun Karangrejo, Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Tuban ini ia mampu membanggakan kedua orang tuanya.
“Memang dari kecil sudah pengen menjadi anggota Polri,” terang pemuda lulusan SMKN 1 Tuban itu.
Ia juga menceritakan, sejak duduk di bangku SMP, Teddy sudah berlatih fisik secara mandiri, terutama olahraga yaitu mulai dari lari, push up, pull up, sit up, dan lain-lain. Sehingga hasil tidak menghianati usahanya.
“Seluruh proses rekrutmen anggota Polri pendaftarannya gratis. Paling cuman mempersiapkan sejumlah uang untuk biaya akomodasi dan konsumsi pribadi selama proses seleksi,” paparnya.
BACA JUGA:
446 Mahasiswa Unirow Tuban Berangkat KKN di 15 Kecamatan
Sementara itu, sang ibu yang berprofesi sebagai penjahit ini juga selalu mendukung putranya, serta ayah yang berprofesi sebagai jukir juga hanya bisa membantu doa yang terbaik untuk putranya.
“Pada setiap malam jum’at, saya selalu menyempatkan diri berziarah di makam – makam waliullah di Kabupaten Tuban,” ungkap Suwiji.
Lanjut, Suwiji menjalani profesi sebagai Jukir sudah sejak tahun 1989 lalu hingga saat ini. “Saya pesan kepada anak saya setelah menjadi polisi supaya tidak sombong dan selalu rendah hati,” pungkasnya. [ayu/beq]






