Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin Anda sering bertanya-tanya terkait potensi yang ada di dalam diri. Namun, hingga saat ini masih belum menemukan jati diri sejati. Untuk memahami potensi diri bisa diupayakan dengan memiliki suatu perspektif tentang hidup.
Belajar dari teori Johari Window seorang pakar psikologi kenamaan, ada empat area dalam diri seseorang yang masing-masing punya makna berbeda. Area penting tersebut harus Anda ketahui lalu coba di improve dalam diri.
Teori Johari Window dari Joseph Harrington Johari Window telah mengklasifikasikan tiap bagiannya. Sehingga dari hasil klasifikasi itu bisa berpengaruh atau dipengaruhi dari cara pandang diri sendiri atau orang lain. Secara lebih rinci berikut ini uraiannya.
Open area
Suatu keadaan di mana Anda akan terbuka terhadap diri sendiri dan orang lain mengenai perasaan, sifat, perilaku dan motivasi yang dimiliki. Saat berada pada posisi ini, Anda bisa memanfaatkannya sepositif mungkin guna melakukan self branding. Open area biasanya akan terjadi saat mood Anda sedang dalam kondisi terbaik.
Blind spot
Di area ini hanya orang lain yang bisa memahami Anda, sedangkan Anda tidak mengetahui apa-apa. Saat berada pada kondisi blind spot ini memang cukup mengganggu sebenarnya. Coba minta kritik dan saran dari orang terdekat agar bisa menetralisir posisi ini.
Hidden area
Area ini berisi rahasia yang Anda tidak ingin jika orang lain sampai tahu, sehingga rahasia tersebut hanya Anda simpan untuk diri sendiri saja. Agar bisa menceritakan pada orang lain, coba cari orang terpercaya untuk mengobrol soal hal-hal rahasia tersebut.
Unknown
Unknown sebenarnya merupakan sisi diri yang Anda tidak benar-benar mengetahuinya. Agar sisi terpendam dari diri Anda ini bisa muncul, harus coba keluar dari zona nyaman lalu berusaha untuk mengeksplorasi diri.
Demi memaksimalkan potensi diri dan bakat terpendam Anda coba manfaatkan empat area dalam diri tersebut. Selain ampuh digunakan untuk mengenali diri, potensi Anda pun akan semakin terbuka dalam hal lain. Dalam menerapkannya, Anda jelas membutuhkan orang lain sebagai bantuan. [dan/esd]






