Malang (beritajatim.com) – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyiagakan 4.081 personel gabungan untuk mengamankan jalannya Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana pada 7-8 Februari 2026. Skema pengamanan berlapis ini disiapkan secara maksimal guna menyambut kedatangan ratusan ribu jemaah sekaligus kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto.
Kapolresta didampingi Kabag Ops Kompol Wiwin Rusli telah memimpin Tactical Floor Game (TFG) di Ballroom Sanika Satyawada pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh unsur pengamanan demi kelancaran agenda akbar jemaah Nahdliyin tersebut.
“TFG untuk menyamakan langkah seluruh unsur agar pengamanan Mujahadah Kubro 1 Abad NU benar-benar maksimal,” kata Putu Kholis Aryana.
Polresta Malang Kota juga telah merampungkan simulasi pemetaan tugas, jalur, serta skema pengamanan di lapangan. Target utama pengamanan ini adalah menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh pihak yang hadir di jantung Kota Malang.
Hal ini dilakukan seiring dengan peningkatan standar pengamanan mengingat adanya rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto pada puncak acara.
“Setiap potensi gangguan harus diantisipasi secara preventif dan preemtif, mulai dari sterilisasi lokasi, pengaturan jemaah, hingga skenario darurat,” tegas Kombes Pol Putu Kholis.
Pihak kepolisian menitikberatkan pada kesiapan personel dalam menghadapi segala kemungkinan eskalasi massa di lapangan.
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, memaparkan rincian teknis mulai dari drop zone hingga alur masuk-keluar jemaah Nahdlatul Ulama. Skema ini juga mencakup penempatan tenda pengamanan serta fasilitas kesehatan di berbagai titik krusial sekitar Stadion Gajayana.
“Pola pengamanan dibagi terbuka dan tertutup, dengan penempatan personel di pintu masuk, patroli area, dan sterilisasi lokasi sebelum kegiatan,” ujar Wiwin Rusli. Strategi ini diharapkan mampu meminimalisir celah kerawanan di area obyek vital selama perhelatan berlangsung.
Polresta Malang Kota mendirikan 8 pos penjagaan strategis yang terdiri dari 7 pos pengamanan dan satu pos pelayanan utama bagi masyarakat. Pos pelayanan tersebut ditempatkan tepat di pintu masuk Stadion Gajayana guna memudahkan koordinasi dan bantuan bagi jemaah.
Lokasi pos pengamanan tersebar mulai dari depan Perpustakaan Kota Malang di Jalan Ijen, Simpang Balapan, hingga area depan Kantor DPRD Kota Malang. Selain itu, pos juga disiagakan di Simpang Talun Jalan Kawi, pertigaan Jalan Bromo–Semeru, Pintu Timur Stadion Gajayana, dan kawasan depan MOG.
Pengerahan 4.081 personel gabungan ini ditegaskan tidak hanya berorientasi pada pengamanan kehadiran Presiden semata. Putu Kholis menekankan bahwa kenyamanan jemaah dan masyarakat umum tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan kepolisian selama akhir pekan ini. [luc/beq]






