Surabaya (beritajatim.com) – Alexa Salsabila Putri Rahmanto, siswi SMAN 1 Sooko Mojokerto, Jawa Timur, sukses meraih gelar Duta SMA Nasional Puteri 2025. Ia mengungguli puluhan finalis dari 38 provinsi dalam ajang bergengsi yang digelar Kemendikdasmen Direktorat SMA.
Ajang Pemilihan Duta SMA Nasional 2025 merupakan program tahunan Kemendikdasmen Direktorat SMA untuk mengasah kepemimpinan, wawasan, dan keterampilan pelajar SMA. Tahun ini, seleksi diikuti 2.350 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
Prosesnya meliputi tahap administrasi, pengiriman portofolio, video visi-misi, esai personal, presentasi program, hingga wawancara. Alexa, yang menjadi wakil Jawa Timur, berhasil meraih predikat tertinggi di kategori puteri, bersanding dengan David dari Sulawesi Utara sebagai pemenang kategori putera.
“Lewat ajang ini saya bisa berkontribusi melalui pendidikan, membangun jejaring pelajar, dan menyalakan api perubahan di hati generasi muda, khususnya rekan sebaya saya,” kata Alexa, Minggu (10/8/2025).
Ia menambahkan, setiap tahap seleksi merupakan perjalanan berharga. “Saya tata niat saya, menata keberanian saya, dan memperkaya wawasan. Karena setiap tahap seleksi saya jalani bukan sekadar untuk lolos,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, juga mengapresiasi. “Pemimpin itu dibentuk dari proses panjang. Ajang ini menyiapkan pemimpin masa depan. Harapan kita, prestasi Alexa ini akan jadi role model dan melahirkan Alexa Alexa lain di masa depan,” tuturnya.
Seleksi Duta SMA 2025 berlangsung 7 Mei–11 Juli 2025. Alexa berhasil lolos tahap administrasi dari 2.350 peserta, lalu bersaing dengan 276 peserta di tahap presentasi dan wawancara. Pada pembekalan nasional, ia berkompetisi dengan 76 finalis yang dinilai dari kerja sama tim, kemampuan adaptasi, dan sikap.
Untuk menghadapi ajang ini, Alexa menyiapkan tiga fondasi utama. Pertama, komunikasi, dengan melatih public speaking, storytelling, dan improvisasi.
Kedua, wawasan, dengan membaca, riset isu pendidikan, dan memahami program prioritas Kemendikdasmen. Ketiga, mental, yaitu dengan menjaga ketenangan, rasa percaya diri, dan konsistensi.
Selain Alexa, penghargaan lain diraih peserta dari Kalimantan Timur (Duta SMA Terinspiratif), Jawa Barat (Duta SMA Informatif), Daerah Istimewa Yogyakarta (Duta SMA Berbakat), dan Papua Pegunungan (Duta SMA Adaptif).
Setelah penobatan, Alexa akan segera berkoordinasi dengan Duta SMA provinsi, mengidentifikasi isu pendidikan daerah, dan menjalankan program tindak lanjut. “Dalam tiga bulan pertama, fokus saya membentuk jejaring kerja solid, mensosialisasikan program prioritas Direktorat SMA, dan mengimplementasikan kegiatan sesuai visi nasional,” pungkasnya. [ipl/aje]






