Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatimah Bojonegoro menggelar forum diskusi dengan fokus pembahasan recontextualizing fiqh for equal humanity and sustainable.
Kegiatan yang mendatangkan Prof Dr Muhammad Salim Abu As Guru besar Al Azhar Kairo dan Dr KH Hasan Ubaidillah sekretaris Kopertais IV Surabaya itu sebagai bentuk pembekalan kepada generasi penerus.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatimah KH Tamam Syaifuddin mengatakan, seminar internasional tersebut ingin mengangkat tentang Recontekstualisasi Fiqh sebagai sebuah keniscayaan untuk mendukung prinsip kesamaan derajat kemanusiaan dan perdamaian yang berkelanjutan.
“Peradaban manusia harus diikuti dengan peradaban fiqih. Fiqih itu dalam arti adalah pedoman agama,” ujar Kiai Tamam, Senin (4/3/2024).
Dalam perkembangan setiap zaman dan peradaban manusia, pedoman agama itu harus di update. Fiqih memegang peranan penting dalam membentuk cara pandang, sikap dan perilaku dalam relasi antar manusia karena sesungguhnya adalah wacana yang terbuka dan inklusif.
“Mengikuti perkembangan zaman dan peradaban manusia, pentingnya pedoman agama itu harus diupdate. Maka diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan paham tentang agama dan perkembangan zaman,” imbuhnya.
Disampaikan oleh narasumber Prof Dr Muhammad Salim Abu As Guru besar Al Azhar Kairo menyampaikan pesan agar para santri dan mahasiswa untuk mengupdate ilmu baru dalam perkembangan dunia modern yang harus diikuti, dengan catatan tidak mengubah norma-norma agama.
“Kemajuan jaman harus diikuti juga dengan kemajuan ilmu agama. Jangan sampai para santri dan mahasiswa ketinggalan dengan mengupdate ilmu agamanya di zaman modern ini,” terangnya.
Fleksibilitas dan relevansi ajaran Islam di tengah gelombang era Masyarakat 5.0 dengan berpegang pada Al-Qur’an dan As-Sunnah perlu ditafsirkan kembali dalam pendekatan kontekstual dan relevan oleh para ahli fuqaha dan ahli hukum Islam.
Sekadar diketahui, dalam forum tersebut ada 450 peserta hadir termasuk para santri, rektor dan seluruh dekan fakultas juga kaprodi dan seluruh mahasiswa IAI Al Fatimah serta ketua BEM seluruh PTS di Bojonegoro dan Ketua OSIS SMA se-Kabupaten Bojonegoro. [lus/but]






