Kediri (beritajatim.com) – Kegiatan belajar mengajar di SDN Banjaran 4 Kota Kediri terganggu suara bising. Akibatnya, guru dalam menyampaikan materi pelajaran terpaksa menggunakan pengeras suara.
Polusi suara ini diduga berasal dari salah satu outlet mie di sekitar SDN Banjaran 4 Kediri. Diduga saluran pembuangan asap mengeluarkan bunyi keras.
Kepala Sekolah SDN Banjaran 4 Kota Kediri Malik membenarkan adanya gangguan dalam proses belajar mengajar di salah satu kelas.
Gangguan itu dari suara bising cerobong asap yang dari outlet mie yang berada tepat disamping kelas. “Dalam menyampaikan materi pelajaran, guru terpaksa menggunakan pengeras suara agar dapat didengar oleh murid,” ujarnya.
Kebisingan itu sendiri, imbuh Kepala Sekolah, sudah terjadi sejak outlet mi dibuka pada 7 Agustus lalu. Selain itu, suasana kelas juga terasa panas karena posisi kelas sejajar dengan atap outlet mi yang memantulkan panas ke dalam kelas tersebut.
Malik menambahkan, suara bising paling parah terjadi pada kelas 5A dan biasa terjadi mulai pukul 07.00 WIB. Selain kelas 5A, kebisingan juga terjadi pada 4 kelas lainnya serta ruang guru.
Sementara itu, Enggi Budi, selaku Sosial Issu Mie Gacoan jalan PK Bangsa Kota Kediri kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Sekolah SDN Banjaran 4 Kota Kediri.
Pihaknya juga berjanji, akan segeran melakukan peninggian exhaust agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di SDN Banjaran 4 Kota Kediri.
Atas kejadian ini, petugas gabungan dari dinas terkait Pemkot Kediri telah melakukan sidak ke SDN Banjaran 4 sekaligus melakukan uji tingkat kebisingan di sejumlah ruang kelas.
Hasilnya, tingkat kebisingan derada di atas 60 desibel dari standar maksimal 55 desibel. [nm/ted]






