Blitar (beritajatim.com) – Jalanan umum di sebelah barat MTsN 4 Blitar, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar mendadak berubah menjadi arena sirkuit balap. Raungan knalpot brong dan atraksi freestyle menghiasi sepanjang jalan desa tersebut.
Para pemuda yang mayoritas pelajar ini pun, sesekali beradu kecepatan dengan motor besinya. Nyawa pun tak jarang menjadi taruhannya. Aksi ini pun membuat masyarakat sekitar resah dan nekat melapor ke polisi.
“Kita lakukan pembubaran dengan cara persuasif tanpa represif,” ungkap Kapolsek Gandusari AKP Nanang Budhiarto pada Sabtu (24/102/26).
Kedatangan polisi, membuat aksi balap liar tersebut kocar kacir. Para penonton balap liar pun berhamburan berusaha menyelamatkan diri dari kejaran polisi.
Namun, drama pembubaran ini menyisakan cerita menarik. Sebuah sepeda motor Honda MegaPro warna hitam tanpa plat nomor dan berknalpot brong terpaksa disita petugas.
Sepeda motor modifikasi tersebut ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya yang panik saat kendaraannya mendadak mogok di tengah kedatangan polisi. Akhirnya demi keamanan, sepeda motor tersebut diamankan ke Polsek Gandusari.
“Respons cepat terhadap pengaduan masyarakat adalah komitmen kami. Kami mengimbau para remaja untuk tidak mengorbankan keselamatan diri dan orang lain demi kesenangan sesaat di jalanan,” tegas AKP Nanang Budhiarto. (owi/ian)






