Banyuwangi (beritajatim.com) — Kondisi penyeberangan Pelabuhan Ketapang tengah menghadapi tantangan akibat faktor cuaca. Dampaknya kepadatan kendaraan kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan, Senin (2/11/2026) panjang antrean kendaraan tercatat masih mengular mencapai 4,5 km didominasi antrean mobil logistik.
General Manager General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Media Syahrianto Heriawan mengatakan, jika kondisi cuaca bersahabat dan tidak ada peningkatan tren kendaraan yang ekstrem, antrean dapat segera terurai dan seluruh kendaraan masuk ke area buffer zone di Bulusan.
Diakui, kemacetan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari fenomena surut air laut yang terjadi sejak beberapa hari lalu. Penyusutan air laut berlangsung sejak sehari dan pagi dan sore.
“Tentunya hal tersebut memakan waktu masing-masing sekitar 6 jam dan 5 jam. Kondisi ini praktis mengganggu proses recovery atau pemulihan masuknya kendaraan ke buffer zone, antrean, maupun ke dalam kapal,” ujarnya.
Media menjelaskan, dampak dari surutnya air laut paling berdampak pada area dermaga LCM. Menurutnya, saat air surut terjadi seperti saat ini tiga dermaga di LCM sama sekali tidak dapat digunakan oleh kapal.
“LCM itu tiga dermaga hampir waktu saat surut air, kapal-kapal tidak bisa sandar sama sekali. Apalagi angkutan muatan besar logistik dan lain sebagainya tentu berdampak sekali,” tuturnya.
Pihaknya mengatakan, untuk lebih mempercepat penguraian kepadatan yang terjadi, saat ini ASDP menyiapkan tiga langkah. Diantaranya, berkoordinasi dengan KSOP untuk mengerahkan kapal berukuran besar, menerapkan pola operasional TBB (tiba bongkar berangkat) hingga mempercepat proses bongkar muat kapal.
“ASDP juga telah melakukan pengerukan di Pelabuhan Gilimanuk. Pengerukan dilakukan untuk membantu mengantisipasi dampak surutnya air laut terhadap proses sandar kapal,” tambahnya.
Media menambahkan, kejadian kepadatan yang terjadi tersebut diakui murni akibat faktor cuaca yang tidak bisa dikendalikan. “Kalau faktor dermaga semua baik, kapal juga tidak ada masalah. Kami benar-benar harus menunggu,” tandasnya. [ian/ian]






