Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) menetapkan Prof. Muhammad Madyan sebagai rektor baru periode 2025-2030, menggantikan Prof. Mohammad Nasih yang telah menyelesaikan dua periode masa jabatannya sejak 2015 silam.
Sesuai Statuta Universitas, Prof. Nasih kini sudah tidak dapat mencalonkan kembali sebagai Rektor Unair. Ditemui usai penetapan rektor baru, ia pun mengaku akan kembali menjadi seorang marbot masjid setelah resmi lengser dari jabatan rektor.
“Selesai ini, Insya Allah saya akan kembali lagi mengabdi menjadi marbot masjid (Kampus Unair). Dulu kan marbotnya saya,” ungkap Prof. Nasih, Senin (5/5/2025).
Jauh sebelum dipercaya sebagai rektor Unair, Prof. Nasih sendiri dikenal memiliki kedekatan dengan masjid sejak usia dini. Sejak kecil, ia aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masjid. Ketika remaja, ia tergabung dalam organisasi remaja masjid.
Ketika menempuh pendidikan di Unair, ia pun melanjutkan keterlibatannya melalui Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), yang kini dikenal sebagai UKM-KI.
Kemudian, saat aktif menjadi pengajar, Prof. Nasih juga sempat menduduki posisi Direktur Keuangan pada tahun 2007-2010. Lalu, Wakil Rektor II tahun 2010-2015, dan Ketua Prodi Program Doktor Ilmu Ekonomi Islam pada 2011-2015.
Hingga saat ini, Prof. Nasih juga masih tetap aktif menjadi seorang pengajar. “Saya masih mengajar, dan akan kembali jadi dosen,” terang pria kelahiran Gresik, 6 Agustus 1965 Gresik tersebut.
Sebagai akademisi yang berkiprah di bidang akuntansi, Prof. Nasih diketahui juga aktif berpartisipasi dalam sejumlah organisasi profesi, seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan banyak lainnya.
Selama masa kepemimpinannya sebagai rektor, Prof. Nasih juga berhasil mencatat sejumlah pencapaian penting. Di antaranya, Unair berhasil menembus peringkat 308 besar dunia versi QS World University Rankings (QS WUR), meraih predikat Excellent Level, serta memperoleh skor tertinggi dalam evaluasi pembangunan zona integritas.
Kini, jabatan rektor yang diemban selama 10 tahun oleh Prof. Nasih akan segera berakhir. Tepat pada 17 Juni 2025 mendatang, Prof. Madyan akan resmi dilantik sebagai rektor baru, untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya.
Harapan baru juga ditargetkan oleh sivitas akademika Unair, salah satunya adalah Unair mampu masuk peringkat 200 besar dunia versi QS WUR. “Saya yakin dengan sinergi bersama, target tersebut bukan hal sulit. Kami mohon kerja sama seluruh pihak untuk mewujudkan mimpi ini,” tandas Ketua Wali Majelis Amanat, Prof (HCUA) Sunarto. [ipl/kun]






