Gresik (beritajatim.com) – Jelang pergantian tahun, terjadi pergantian pucuk pimpinan di Polres Gresik. AKBP Adhitya Panji Anom resmi menjabat sebagai Kapolres Gresik berdasarkan Telegram Kapolri Nomor: ST/2776/XII/KEP/2022 tertanggal 23 Desember 2022.
Dalam Telegram itu, Kapolres Gresik sebelumnya, AKBP M. Nur Aziz dimutasi menjadi Wakapolrestabes Surabaya. Sedangkan Adhitya sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Blitar.
Mutasi ini termasuk yang terbesar dalam tubuh Polri. Sebab, ada ratusan perwira tinggi maupun menengah dimutasi menjelang pergantian tahun.
Nur Aziz bertugas di Gresik selama satu tahun tiga bulan. Perwira menengah Polri lulusan Akpol 2002 itu, punya sejumlah prestasi.
Salah satunya, mengungkap kasus penistaan agama yang melibatkan anggota dewan dari Fraksi Nasdem. Kasus tersebut saat ini sedang dalam tahap persidangan.
Sementara pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas yakni perkara kasus pembunuhan penjual nanas yang melibatkan oknum perguruan silat. Dalam kasus itu, ada satu orang tersangka yang belum tertangkap.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
Selain itu, maraknya kasus curanmor di Kabupaten Gresik sangat meresahkan masyarakat. Semua PR itu menjadi tanggung jawab Adhitya selama memimpin Korps Bhayangkara di wilayah hukum Kabupaten Gresik.
Adhitya merupakan lulusan Akpol 2002. Perwira menengah Polri asal Banjarmasin ini berpengalaman dalam bidang lalu lintas dan pernah menjabat sebagai Kasubdit Regindent Ditlantas Polda Jawa Timur.
Terkait dengan mutasi ini, Kasi Humas Polres Gresik Ipda Mustofa membenarkan adanya pergantian Kapolres berdasarkan Telegram pergantian. Kendati demikian, dia belum bersedia memberikan banyak keterangan.
“Memang benar (pergantian Kapolres),” ujarnya, Minggu (25/12/2022).
Sebelum berpindah tugas, AKBP M Nur Aziz masih memimpin sidak bersama jajaran Forkopimda Kabupaten untuk memastikan perayaan natal berjalan aman dan kondusif. [dny/beq]






