Surabaya (beritajatim.com) – Peran Bonjozi Maumere di tubuh Persebaya Surabaya sangat dibutuhkan oleh pelatih Aji Santoso. Meskipun diketahui, Rumere bukanlah seorang striker atau penyerang murni, namun usahanya untuk menjadi striker diapresiasi besar oleh Aji Santoso.
Selama putaran kedua, pemain yang memiliki posisi gelandang serang ini kerap kali menjadi tandem Paulo Victor di lini depan. Aji menilai, meski Maumere bukan striker murni namun ia memiliki daya juang yang cukup kuat dan selalu bermain dengan kualitas yang bagus.
Sehingga lawan cukup kewalahan jika harus berhadapan dengan pemain asal Papua ini. “Maumere memang bukan striker murni, tapi saya lihat anak ini memiliki satu daya juang yang kuat dan selalu menekan permainan lawan. Walhasil, lawan selalu kesulitan dengan permainan dia,” ungkap pelatih Persebaya Aji Santoso.
Lebih lanjut ditegaskan Aji, kemungkinan besar peran Rumere tetap dilanjutkan menjadi striker di Persebaya Surabaya. Karena hanya butuh proses untuk mengasah taste pemain berusia 29 tahun ini. “Kemungkinan besar Rumwre tetap di posisi striker,” ungkap Aji.
[berita-terkait number=”3″ tag=”aji-santoso”]
Aji Santoso hanya memiliki opsi terbatas jika berbicara soal striker. Di putaran kedua ini Aji bertumpu pada dua pemain depannya untuk bisa mengesekusi gol saat pertandingan. Saat melawan Borneo FC, di akhir babak pertama Paulo Victor harus menyerah akibat cedera hamstring yang dideritanya. Sehingga posisi itu digantikan Rumere yang notabenya bukan striker murni.
Otomatis, selama masa penyembuhan sosok Maumere yang akan menggantikan pemain asal brazil sebagai strating eleven di pertandingan berikutnya. Dengan catatan, Victor belum sembuh dari cedera. “Victor kena hamstring jadi butuh waktu berapa lama saya belum tahu dan butuh cek ke dokter nanti,” tutup Aji Santoso. [way/suf]






