Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, mengaku dapat memahami kondisi timnya yang mengalami dua kekalahan dalam laga uji coba menjelang bergulirnya Championship League 2025–2026. Ia menilai, kekalahan tersebut tidak lepas dari persiapan yang sangat terbatas, termasuk kondisi tim yang belum komplet saat memasuki masa latihan intensif.
“Saya bisa memaklumi karena kami latihan dengan skuad komplet baru di Jogja (Yogyakarta) tanggal 22 Juli,” ujar Aji.
Selama masa persiapan, skuad Laskar Joko Tingkir harus menjalani beberapa sesi latihan tanpa komposisi pemain yang lengkap. Hal ini berdampak pada kurangnya kekompakan serta belum terbangunnya chemistry antarpemain.
Seperti diketahui, Persela menelan dua kekalahan dalam laga uji coba terakhir. Pertama, mereka tumbang 0-1 saat menghadapi Borneo FC. Kekalahan kembali dialami kala menjamu Maluku United, yang turut menunjukkan bahwa tim asal Lamongan itu masih membutuhkan banyak pembenahan.
Aji tak menampik bahwa sebenarnya ada banyak peluang yang didapatkan oleh anak asuhnya selama pertandingan. Namun, lini serang belum mampu mengonversi peluang-peluang tersebut menjadi gol.
“Peluang kita banyak, tapi tidak ada yang bisa dikonversi menjadi gol,” katanya.
Meski demikian, Aji tetap optimistis dengan proses yang tengah dijalani tim. Ia menyebut, Persela membutuhkan waktu untuk terus membangun chemistry, apalagi mayoritas pemain dalam skuad musim ini merupakan wajah baru.
“Kita perlu waktu lagi untuk membangun chemistry antar pemain,” ucapnya.
Aji juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim dan terus mengembangkan aspek individu maupun kolektif. Ia berharap para pemain bisa mengambil pelajaran berharga dari laga uji coba, terutama saat menghadapi tim-tim kuat dari Liga 1.
“Kami tingkatkan terus semua aspek, dan yang penting pemain dapat pengalaman bermain lawan tim bagus Liga 1,” terang Aji. [fak/beq]






