Pasuruan (beritajatim.com) – Air Sungai Wrati yang mengalir di Kecamatan Beji dan Bangil, Kabupaten Pasuruan berwarna merah darah. Hal ini pertama kali diketahui warga pada Jumat pagi (6/1/2023).
Kepala Desa Cangkringmalang, Gufron membenarkan kejadian tersebut.
“Iya sungainya berubah jadi warna merah darah,” jawabnya singkat.
Ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto mengatakan, berubahnya warna air ini dari arah Kecamatan Gempol. Perubahan warna ini disinyalir dari salah satu pabrik tekstil di Kecamatan Gempol.
“Dulu juga pernah terjadi hal semacam ini pada tahun 2021 dan 2022, saat ini malah kembali lagi. Kami warga yang dekat dengan aliran sungai Wrati sangat menyesalkan atas kejadian ini,” kata Henry.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pasuruan”]
Henry juga menjelaskan, sebelumnya Sungai Wrati sudah dibersihkan. Bahkan upaya ini muncul atas inisiatif warga sekitar tanpa bantuan pemerintah.
Tetapi, pabrik di wilayah Kecamatan Gempol seenaknya membuang limbah cair ke Sungai Wrati. Henry juga mengaku sudah menginformasikan masalah ini kepada DLH dan Polres Pasuruan.
“Kami sidah mengirimkan bukti tercemarnya Sungai Wrati ke Polres Pasuruan dan DLH Kabupaten Pasuruan. Kami meminta untuk pihak berwenang mengambil tindakan tegas pada pabrik yang mencemari sungai Wrati,” lanjutnya. [ada/beq]






