Ponorogo (beritajatim.com) – AHY menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Ponorogo dalam lawatannya bertajuk Safari Nusantara ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat ini ke Bumi Reog mendapat sambutan penuh antusias dari masyarakat.
“Sejauh ini kunjungan yang kita lakukan disambut antusias oleh masyarakat. Senang bisa menyapa langsung masyarakat di berbagai lokasi,” ujar AHY, Jumat (20/5/2022).
Sebelum ke Ponorogo, AHY bersama adiknya, Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas) lebih dulu berkunjung ke Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan. Selesai acara di Bumi Reog, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi.
Dalam kegiatan safarinya di Ponorogo, AHY mendapatkan banyak curhatan dari masyarakat mengenai masalah sehari-hari. Juga mendapat curhatan dari para petani terkait harga pupuk yang mahal dan memberatkan masyarakat.
“Inilah yang harus kita perjuangkan karena selama dua tahun terakhir ada pandemi Covid-19, ekonomi kita turun,” katanya.
AHY mengaku kunjungan hari ini ke Ponorogo terasa spesial. Sebab juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ahy”]
Di momen ini, tentu ini menjadi pelecut untuk pulih dan bangkit dari krisis yang melanda sebagian besar negara di dunia.
“Tanggal 20 Mei ini spesial karena hari kebangkitan nasional. Segenap anggota masyarakat harus pulih dan bangkit dari krisis pandemi Covid-19,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, ada 14 dadak merak Reog Ponorogo sambut kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Ponorogo. Kedatangan Ketum Partai Demokrat ke Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Ponorogo itu dalam rangka kegiatan safari nusantara di sejumlah tempat di Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Pantauan wartawan beritajatim.com di lapangan, AHY tiba di lapangan Desa Karangpatihan langsung mengunjungi stan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari warga setempat.
Suami dari artis Annisa Pohan itu juga mencoba melukis batik ciprat yang khas dari desa tersebut. Batik ciprat merupakan produk batik yang dibuat oleh kaum disabilitas yang ada di sana. (end/beq)






