Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi banyak muncul destinasi baru yang kian memanjakan para wisatawan. Kali ini, Agrowisata Tamansuruh (AWT) siap jadi warna baru pariwisata Banyuwangi.
Ya, pernah muncul beberapa tahun belakangan, tapi kemudian dipugar dan revitalisasi untuk pengembangan. Kali ini dijamin, pesona baru AWT Banyuwangi bakal lebih menarik dan asyik.
AWT merupakan destinasi yang berdiri di atas lahan 10,5 hektare terletak di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Revitalisasi AWT mengusung konsep Desa Adat Osing, sebuah desa wisata yang menyuguhkan keotentikan budaya asli Suku Osing yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi.
Nuansa khas otentisitas budaya Osing sangat terasa. Gugusan Rumah Adat Osing yang dikelilingi taman bunga menghiasi kawasan tersebut. Berada di kawasan tersebut, pengunjung bakal disuguhi pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali dari ketinggian sekitar 450 mdpl.
Eksotisme pemandangan tersebut bisa dirasakan saat pengunjung berada di aula besar yang dikelilingi kolam air di tengah kawasan tersebut. Pesona baru AWT Banyuwangi akan menambah khazanah pariwisata di ujung timur Pulau Jawa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-banyuwangi”]
AWT didesain menjadi destinasi yang memadukan antara kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi. Selain akan menyuguhkan atraksi budaya dan kegiatan adat Osing secara rutin, lokasi ini ke depan akan dilengkapi perpustakaan digital dan ruang aktivitas Smart Kampung, sebuah program digitalisasi desa yang digagas Banyuwangi.
Plt. Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, M. Khoiri, menambahkan pihaknya telah mulai melakukan penataan lansekap secara bertahap.
“Penanaman pohon yang berumur panjang seperti kelapa dan ketepeng sudah kita lakukan. Taman bunga dan buah akan segera kita kerjakan simultan,” ujarnya.
Meski demikian, pesona baru AWT Banyuwangi belum bisa diharapkan untuk libur akhir tahun. Karena, meski pembangunan telah rampung, AWT baru bisa dinikmati sekitar Maret tahun depan. (rin/ted)






