Surabaya (beritajatim.com) – Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebab, dengan melakukan pencegahan, risiko yang mungkin kita terima menjadi lebih kecil. Apalagi, mengobati sesuatu memang lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak biaya dari pada melakukan pencegahan.
Hal ini juga berlaku pada kelainan osteoporosis. Jika tidak dicegah sejak dini, risiko mengalami kelainan ini akan menjadi lebih besar. Osteoporosis merupakan kelainan yang terjadi karena tulang mengalami keropos. Penyakit Osteoporosis ini bukan hanya sekedar isu yang terjadi saat manusia berusia lanjut saja. Mereka yang masih berusia muda pun memiliki risiko yang sama.
Kelainan ini ditandai dengan menurunnya kekuatan tulang sehingga mudah patah. Diperkirakan ada satu kasus patah tulang baru setiap tiga detik akibat osteoporosis. Adapun osteoporosis cukup sulit dikenali karena biasanya tidak bergejala.
Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) bernama Bagus Putu Putra Suryana menjelaskan jika mayoritas masyarakat memandang osteoporosis sebagai penyakit yang identik dengan lansia.
Padahal, pencegahan penyakit ini mesti dilakukan sejak dini. Adapun masa awal kehidupan sangat penting untuk mencegah osteoporosis. Caranya dengan nutrisi yang cukup dan latihan fisik yang baik sejak dini agar bisa meningkatkan pencapaian puncak massa tulang.
Demi mencegah terjadinya Osteoporosis di usia muda ada rutinitas harian yang perlu dipenuhi. Sebab kewaspadaan akan Osteoporosis ini akan terjadi secara berproses, tidak langsung sekaligus pada usia muda. Berikut ini beberapa bentuk pencegahan osteoporosis
1. Pada usia anak dan remaja dianjurkan 40 menit sehari, seperti berjalan, berlari, dan melompat. Anak dengan usia 4-18 tahun dianjurkan mengkonsumsi 1.000-1.300 miligram kalsium dan 15 mikrogram vitamin D setiap harinya demi tulang agar tetap terjaga.
2. Orang dewasa dianjurkan beraktivitas minimal 30-40 menit setiap aktivitas. Seseorang dengan usia 19-50 tahun dapat mengkonsumsi 1.000 miligram kalsium dan 15 mikrogram vitamin D setiap hari.
3. Seseorang yang telah berusia lanjut alias lansia disarankan berlatih tergantung usia, kekuatan fisik, dan kondisi kesehatan. Lelaki berusia 51-70 tahun perlu didorong mengonsumsi 1.000 miligram kalsium dan 15 mikrogram vitamin D setiap hari, sedangkan perempuan 1.200 miligram kalsium dan 15 mikrogram vitamin D setiap hari.
Demi menunjang tulang, hal itu perlu dilakukan secara konsisten. Tentunya agar tidak terjadi osteoporosis baik saat usia lansia, maupun di usia muda. [dan/tur]






