Kediri (beritajatim.com) -Asosiasi Futsal Kabupaten Kediri (AFK) menggelar seleksi Talent Detection 2025 sebagai bagian dari program Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk mempersiapkan pemain menuju timnas futsal U-16 dan U-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Kediri, dan menjadi langkah awal menuju seleksi tingkat provinsi yang akan digelar pada 13-16 Oktober 2025 di Lapangan Futsal Nisrina, Surabaya.
Ketua AFK Kediri Rizky Akbar Pradana menjelaskan bahwa setiap AFK kabupaten dan kota mendapat mandat dari Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur) untuk menyeleksi pemain terbaik di wilayahnya. Dari hasil seleksi itu, tiap daerah berhak mengirimkan maksimal 10 pemain untuk ikut seleksi tingkat provinsi.
“Untuk saat ini kita sedang proses untuk menyeleksi tersebut untuk U-19 nanti insya Allah kita berangkatkan 10 orang dan U-16nya nanti pada saat jam 14.00 WIB sampai dengan jam 17.00 WIB sore nanti kita juga akan seleksi sampai dengan ketemu dengan 10 pemain lagi dan kita dari pihak asosiasi futsal kabupaten kediri nanti memberangkatkan ke Surabaya nanti kita secara kolektif atau bersama-sama,” jelas Rizky.
Rizky menegaskan, tahap provinsi hanyalah langkah awal menuju seleksi nasional di Jakarta pada November 2025.
“Ini program strategis dari FFI untuk membangun fondasi timnas U-16 dan U-19, karena prestasi futsal Indonesia sudah masuk peringkat dunia. Maka sejak dini kita harus siapkan talenta terbaik,” tambahnya.
Wakil Ketua AFK Kediri Doni Apriliawan mengatakan, kegiatan Talent Detection 2025 juga menjadi sarana untuk menemukan bibit baru dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.
“Nanti kita juga ingin selain mengirimkan ke tingkat provinsi nanti kita juga mulai untuk mendeteksi bibit-bibit dan juga kita mempersiapkan untuk kerangka tim porprov kabupaten kediri di tahun 2027 ini seperti itu mbak,” imbuhnya.
AFK Kediri, yang telah resmi bergabung dengan KONI Kabupaten Kediri sejak 2020, memiliki banyak atlet potensial yang berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional, bahkan ada yang menembus PON 2024.
Menurut Doni, AFK bukan hanya wadah olahraga, tetapi juga sarana pembinaan karakter bagi generasi muda di tengah tantangan sosial.
“Kami ingin anak-anak punya wadah yang jelas, yang bisa membawa mereka ke jenjang lebih tinggi. Kalau mimpi, kita harus tinggi. Tidak hanya nasional, bahkan internasional. Dengan adanya seleksi dan kejuaraan di bawah AFK, harapannya anak-anak kita tersalurkan energinya ke arah positif,” ungkapnya.
Rizky menambahkan bahwa Kediri memiliki banyak talenta futsal yang layak bersaing di level provinsi maupun nasional.
“Anak-anak Kediri sangat berbakat. Tapi bakat tanpa wadah tidak berarti apa-apa. Maka kami berusaha maksimal untuk memfasilitasi agar mereka bisa berprestasi dan menunjukkan bahwa Kabupaten Kediri bisa bersaing,” pungkasnya. [nm/aje]






