Jember (beritajatim.com) – Banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menarik perhatian relawan bencana. Namun tak semua relawan datang untuk membantu.
Hal ini diungkapkan Komandan Banser Tanggap Bencana Gerakan Pemuda Ansor Jember Holidi Zein dan Komandan Barisan Reaksi Cepat (Baret) Gerakan Pemuda Nasdem David Handoko Seto, di lokasi bencana, Senin (10/1/2022).
Holidi mengatakan, warga butuh bantuan banyak orang untuk membersihkan rumah dan lingkungan mereka. Namun, menurutnya, sebagian relawan dari luar Bagana justru menghilang saat pekerjaan belum selesai. “Yang lain sudah hilang semua. Berarti tidak rela itu. Pas ada bupati banyak, tapi setelah bupati pulang, sebagian relawan ikut pulang juga,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
“Padahal kalau ini dikerjakan bareng-bareng sesuai peribahasa ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’ ya tidak berat. Tapi kalau relawan hanya ke sini foto-foto, buat konten, ya berat ke kita. Kalau kami memang anggota tidak diperkenankan membuat foto selfie atau foto pribadi saat di lokasi bencana, kecuali foto tim dokumentasi,” kata Holidi.
Kritik serupa dikemukakan David. “Banyak orang lalu lalang mengaku relawan, tapi kehadiran mereka justru bikin prihatin. Mereka datang, selfie, lalu pergi. Tidak tahu dari mana. Kami berharap kalau datang ke tempat seperti ini mengulurkan tangan untuk ikut membantu. Baik bersih-bersih rumah warga. Kalau ibu-ibu mungkin membantu memasak di dapur umum, karena di sini ada dua lokasi dapur umum,” katanya.
“Jadi mereka yang ke sini datang untuk selfie-selfie, mending tidak usah datanglah daripada kesannya tidak ada empati terhadap korban terdampak. Hanya bikin sumpek di jalan saja,” kata David. [wir/but]






