Malang (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang melakukan perbaikan atas kerusakan di Jembatan Pelor Kota Malang. Perbaikan dilakukan sejak Kamis, (28/9/2023) kemarin.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan demi memaksimalkan proses perbaikan, jembatan akan ditutup selama 7 hari ke depan. Setelah semua rampung jembatan bisa dilalui lagi.
“Penutupannya diperkirakan antara 5 sampai 7 hari biar cornya matang dulu agar bisa dilewati lagi,” ujar Dandung, Jumat, (29/9/2023).
Secara teknis, Dandung menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di Jembatan Pelor karena sambungan antara bentangan dengan abutmen putus. Kerusakan itu berada di sisi selatan atau Kelurahan Oro-oro dowo.
“Hasil survei yang kami lakukan memang ada besi pijakan jembatan sisi selatan atau sisi Oro Oro Dowo atau sambungan antara bentangan dengan abutmen itu ada yang putus. Jadi akan kami tambah plat di yang putus itu. Kemudian akan kami lakukan pengecoran lagi di sana,” imbuh Dandung.
BACA JUGA: Jembatan Pelor Kota Malang Retak, Malam Ini Ditutup Sementara untuk Perbaikan
Jembatan Pelor sendiri menghubungkan antara Oro-oro Dowo dan Kelurahan Samaan. Selama ini Jembatan Oro-oro Dowo menjadi jalur alternatif yang diandalkan oleh pengendara roda dua di Kota Malang.
DPUPRPKP Kota Malang juga akan menganalisa kondisi retakan konstruksi Jembatan Pelor itu. Mereka ingin mengetahui penyebab munculnya retakan di Jembatan Pelor.
“Akan kami lihat dulu, kami belum bisa memastikan sebelum melakukan pembongkaran. Jadi pada posisi yang retak itu nanti kami bongkar dan kami analisa apa penyebabnya,” ujar Dandung. (luc/nap)






