Malang (beritajatim.com) – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang mengungkapkan adanya dugaan mata merah pada korban Tragedi Kanjuruhan akibat gas air mata. Tetapi mereka meminta masyarakat tidak panik karena tidak akan menimbulkan kebutaan.
Dokter Spesialis Mata RSSA, Triana Budi mengatakan secara spesifik dia belum bisa memastikan penyebab pendarahan pada bagian mata. Tetapi gas air mata bisa jadi salah satu penyebab hal itu terjadi.
“Bisa terjadi banyak hal ya, bisa karena gas air mata. Bisa karena faktor di ucek-ucek juga bisa. Karena faktor benturan juga jujur kami tidak bisa tahu apa penyebab pastinya. Yang kami tahu ada perdarahan seperti itu,” ujar Triana, Rabu, (2/11/2022).
Triana meminta korban yang mengalami mata merah untuk tidak panik. Sebab, masih dalam taraf aman.
Dari sejumlah pemeriksaan terhadap korban, letak merah berada di permukaan mata. Tapi memang proses penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Tetapi sebetulnya bagi kami itu bukan sesuatu hal yang terlalu mengkhawatirkan ya. Karena ini bukan bukan kondisi yang menuju atau berpotensi untuk kebutaan. Sama sekali tidak gitu ya. Jadi kondisi mata ini relatif aman. Walaupun mungkin perlu waktu untuk hilang merah-merahnya,” papar Triana.
Triana menyebut, pasien yang masih mengalami sakit mata terakhir kali ada sekitar 8 orang yang melakukan kontrol pada dua minggu lalu. Untuk kondisinya, saat ini sudah membaik meski merah di mata belum hilang semua.
“Untuk pasien mata kontrol terakhir sekitar 2 minggu yang lalu, ada sekitar 8 atau 9 orang, kondisinya sudah semuanya membaik walaupun belum merahnya belum hilang sama sekali,” imbuhnya.
“Kalau di luar di luar rumah sakit ini kemarin ada satu pasien kami yang kontrol sudah hampir tidak terlihat sama sekali kondisi merahnya,” tandasnya. [luc/beq]






