Ngawi (beritajatim.com) – Perlintasan KA (kereta api) tanpa palang pintu di Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sudah dipasang early warning system (EWS) sejak penerapan rel ganda atau double track pada Oktober 2019.
Namun belakangan EWS atau peringatan dini yang seharusnya mengeluarkan bunyi dan lampu merah tanda kereta akan lewat tak berfungsi. Sunarti (54) warga setempat yang rumahnya berada di samping rel persis mengatakan jika EWS sudah lama tidak berfungsi.
“Sebelum saya tahu ada kecelakaan itu saya hanya dengar suara kereta saja. Sirinenya gak dengar. Abis itu baru tahu kalau ada kecelakaan. Dan memang sebelum-sebelumnya sirine juga gak nyala. Sudah gak berfungsi ini sirinenya. Lampunya juga gak menyala,” kata Sunarti, Kamis (12/01/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”perlintasan-ka”]
EWS itu sudah terpasang di lokasi sejak adanya rel ganda. Saat itu memang berfungsi dengan baik namun lama kelamaan karena tak dirawat, EWS jadi tak fungsi. Sementara, tak ada relawan yang menjaga perlintasan tak berpalang pintu itu. “Sudah lama gak berfungsi mbak. Ada yang survey juga belum ada tindak lanjutnya. Sudah banyak yang hampir tertabrak namun kali ini yang sampai ketabrak beneran,” katanya.
Diketahui, pegawai koperasi tewas tertemper KA Kertanegara di perlintasan tanpa palang pintu Tambakromo Ngawi. Pria itu adalah Rohmad Aldi Susanto (22) warga Dusun Dukuh Tulung RT 01 RW 01 Desa Babaktulung Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dia mengendarai Honda Vixion Merah nopol K 3868 RN. Rohmad meninggal dunia di lokasi kejadian dan motornya rusak parah. [fiq/suf]






