Pamekasan (beritajatim.com) – Gelandang Madura United FC Zah Rahan Krangar sempat memiliki keinginan untuk bermain kembali di Liga Malaysia, pasca kontraknya habis bersama skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab pada kompetisi Liga 1 musim 2018.
Terlebih kompetisi di Negeri Jiran, juga dinilai lebih baik dibandingkan iklim kompetisi Indonesia yang kerap melahirkan banyak polemik. Hanya saja niat tersebut urung direalisasikan setelah dirinya memberikan penilaian berbeda seputar kompetisi liga Indonesia.
\\\”Kami sempat ingin kembali ke Malaysia, disana jadwal kompetisinya jelas disusun sejak awal. Jika tanggal sekian mulai akan benar-benar mulai, sangat profesional. Tapi liga di Indonesia sekarang sudah jauh lebih baik,\\\” kata Zah Rahan Krangar, Minggu (23/12/2018).
Apalagi jajaran manajemen Madura United juga dinilai berhasil membujuknya agar memperpanjang kontrak bersama Madura United, terlebih dirinya juga sangat menyukai suporter Madura Bersatu, serta masyarakat Pulau Garam secara umum.
\\\”Pak Haruna (Manajer) dan Pak Achsanul (Presiden Klub) menyampaikan kepada kami bahwa mereka masih ingin kami bermain untuk Madura United. Setelah diskusi, kami akhirnya sepakat. Dan sebenarnya kami juga (merasa) nyaman di klub ini,\\\” tegas pemain asal Liberia.
Keberadaan pemain bernomor punggung 29 bersama klub yang bermarkas di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, terbilang jadi penting. Selain tampil reguler, ia juga menyumbangkan sebanyak 6 gol dan 8 assist dari 31 laga yang dijalani di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air, musim 2018.
Jauh sebelum berlabuh di Madura, ia juga sudah malang melintang di kencah sepakbola Indonesia. Ia sempat membela Persekab Pasuruan, Sriwijaya FC hingga Persipura Jayapura. Bahkan ia juga sempat berkarir di Liga Malaysia, bersama Felda United selama empat musim, yakni 2014-2017. [pin/ted]





