Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar edukasi pertanian yang berkelanjutan bagi para petani dalam pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi dan kambing di Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kamis (20/12/2018).
Acara yang bertajuk Festival Rembuk Tani ini bekerjasama dengan PT. Bayer Indonesia dan diikuti sebanyak 86 peserta yang merupakan para petani dari wilayah Kabupaten Malang, yaitu Wonomulyo, Gondanglegi, Donomulyo, Bantur dan Kecamatan Wajak.
Ketua Pelaksana Acara Festival Rembuk Tani Lynglie Astrid dalam rilisnya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memecahkan masalah perusahaan tersebut untuk berkontribusi dalam pertanian yang berkelanjutan. Selain itu juga dijadikan sebagai momentum untuk melaunching Komunitas Bayer Farmers Club.
“Kami ingin membantu Bayer dengan melakukan riset dan praktikum Public Relation (PR) untuk menemukan masalah yang dihadapi oleh PT Bayer Indonesia dalam mengimplementasikan dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,\\\” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Astrid, pihaknya yang mengatasnamakan kelompok Astawara PR menjawab tantangan itu dengan melakukan riset untuk mengolah limbah ternak (Kotoran Sapi dan Kambing) menjadi pupuk organik. Sebab, dengan pemakaian pupuk organik ini dapat menjaga kualitas tanah dan mendukung untuk keberlanjutan kegiatan pertanian.
\\\”Warga disini banyak yang berternak sapi dan kambing. Tapi, mereka belum tahu bagaimana cara membuat pupuk organik ini. Padahal pupuk organik ini sangat bagus untuk pertanian dan juga menghemat pengeluaran petani,\\\” jelasnya.
Dikesempatan ini, tambah Astrid, peserta diberi materi tentang pembuatan dan penggunaan pupuk organik untuk pertanian.
\\\”Para peserta setelah menerima materi juga langsung diajak praktek pembuatan pupuk organik dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan,\\\” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Dusun Robyong, Dodik sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, menurut Dodik acara ini sangat bermanfaat bagi petani.
“Jika para petani bisa membuat pupuk organik sendiri, maka bisa menghemat pengeluaran untuk pupuk yang biasa dibeli dan kesuburan tanah akan semakin terjaga,\\\” tandasnya. (yog/ted)





