Surabaya (beritajatim.com)–Partai Golongan Karya (Golkar) Jatim menargetkan naik kasta di pemilihan umum legislatif (Pileg) 2019 di Jatim.
Hal itu dikatakan Ketua DPD I Partai Golkar Jatim, Zainuddin Amali, dalam satu kesempatan kepada beritajatim.com beberapa hari lalu. \\\”Ya naik kasta ke divisi utama dari divisi dua,\\\” tukasnya sambil tersenyum.
Sejak era reformasi bergulir 1998, yang dibarengi dengan sejumlah pemilihan umum (Pemilu) di tahun 1999, 2004, 2009, dan 2014, Golkar tak pernah menempati posisi pertama atau kedua atas hasil kontestasi politik di tingkat Jatim tersebut.
Paling banter, Golkar finish di posisi ketiga. Bahkan, pada Pileg 2014 lalu, Golkar finish di posisi kelima di bawah PKB, PDIP, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan baru Partai Golkar.
Berdasar data rekapitulasi suara di 38 KPU Kabupaten/Kota hasil Pileg 2014, jumlah total suara sah mencapai 18.721.796. Dari jumlah pemilih itu, PKB berhasil mendapat 3.671.911 suara (19,61 persen) sekaligus keluar sebagai pemenang pemilu di Jatim.
Posisi kedua ditempati PDIP dengan 3.523.434 suara (18,82 persen). Disusul Partai Gerindra dengan 2.457.966 suara (13,13 persen) di posisi ketiga. Kemudian Partai Demokrat dengan 2.340.170 suara (12,50 persen) di peringkat keempat. Dan Partai Golkar dengan 1.912.474 suara (10,22 persen) di urutan kelima.
Setelah itu baru PPP dengan 1.176.186 suara (6,28 persen), PAN dengan 1.147.319 suara (6,13 persen), PKS dengan 974.388 suara (5,20 persen), Partai NasDem dengan 938.933 suara (5,02 persen), Partai Hanura dengan 747.244 suara (3,99 persen), PBB dengan 220.313 suara (1,18 persen), dan PKPI ada di peringkat terakhir atau 12 dengan 104.379 suara (0,56 persen).
Fakta tak jauh berbeda juga terjadi di Pileg 2004, di mana secara nasional, Golkar di bawah pimpinan Akbar Tandjung mampu merebut posisi pertama dan PDIP di tempat kedua. Di ranah politik Jatim, hasil Pileg 2004 menempatkan PKB di tempat pertama dengan 6.198.314 suara. Sebanyak 4.330.264 suara diraih PDIP. Partai Golkar di tempat ketiga dengan 2.712.527 suara dan sebanyak 1.523.165 suara direbut Partai Demokrat. PPP dengan 1.414.733 suara, dan PAN dengan 1.014.338 suara.
Hasil Pileg 2009 memposisikan Partai Demokrat sebagai pemenang dan PDIP di posisi kedua. Posisi Partai Golkar di tempat ketiga dan PKB serta PPP masing-masing berada di ranking keempat dan kelima. Pemilu 2009 menjadi era keemasan bagi Partai Demokrat dengan capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Zainuddin Amali mengatakan, ada yang mengatakan bahwa Jatim menjadi ranah politik yang \\\’angker\\\’ bagi Golkar. Partai warisan rezim Orde Baru itu sulit menggais suara terbesar di ranah politik kaum Islam Tradisional (NU) ini.
\\\”Kami di Jateng pernah finish kedua. Tapi, di Jatim tak pernah sama sekali. Paling banter finish di posisi ketiga,\\\” ungkapnya.
Pada Pileg 2019 ini, Zainuddin bersama pengurus DPD I (Provinsi) dan DPD II (Kabupaten/Kota) bekerja ekstrakeras menaikkan suara Partai Golkar di Jatim. Istilah Zainuddin, kepengurusan Golkar Jatim di bawah komandonya memasang target menaikkan level raihan suara Golkar Jatim. \\\”Ibaratnya dari kasta kedua, kami ingin masuk ke kasta (divisi) utama,\\\” tegasnya sambil tersenyum.
Karena itu, kombinasi konsolidasi dan penggalangan politik via darat dan udara harus dilakukan pengurus, elite, dan caleg Golkar sepanjang Pileg dan Pilpres 2019 ini secara seimbang dan sinergis. Dia mewajibkan caleg dan anggota legislatif Golkar peka dan responsif terhadap persoalan-persoalan rakyat yang membutuhkan quick renponse. \\\”Jangan diam saja,\\\” ingatnya.
Hasil Pileg 2014 lalu memposisikan Golkar di tempat kelima dengan menempatkan sebanyak 11 kadernya di kursi DPRD Jatim. Pada Pileg 2019, Golkar Jatim memasang target bisa meloloskan sebanyak 16 kader terbaiknya di kursi DPRD Jatim. Target tersebut bukan muluk-muluk, karena ada peningkatan sebanyak 20 kursi untuk DPRD Jatim hasil Pileg 2019.
Zainuddin mengemukakan, peningkatan target raihan kursi itu penting bagi kelangsungan jalannya pembangunan dan pemerintahan di Jatim di bawah kendali Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil E Dardak.
Golkar sebagai salah satu partai pengusung pasangan gubernur dan wagub Jatim terpilih bertanggung jawab secara moral dan politik mengawal dan menyukseskan kepemimpinan Khofifah-Emil selama 5 tahun ke depan.
\\\”Jadi, ada target bersifat strategis dan taktis secara politik untuk memperjuangkan promosi kasta Golkar dari divisi dua ke divisi utama,\\\” tandasnya.
Tempo Pileg 2019 yang masih 4 bulan, kata Zainuddin, masih kuat untuk penggalangan suara bagi elite dan caleg Golkar guna mendongkrak raihan suara.
Yang penting, tambahnya, caleg dan elite Golkar harus siap bekerja keras dan cerdas mewujudkan target politik tersebut. \\\”Semuanya harus bekerja keras,\\\” ingat Zainuddin Amali. [air]





