Ponorogo (beritajatim.com) – Seolah tidak mau mengulang karut-marut penyaluran Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) tahun 2017 dengan seragam batiknya, pada 2018 ini, BKSM langsung ditransfer ke rekening lembaga atau sekolah.
“Jadi progresnya, BKSM ini dari kasda sudah ditransfer ke kurang lebih 600 rekening. Setelah itu akan disampaikan ke siswa yang berhak menerima. Saya yakin sampai akhir Desember ini semuanya tersalurkan,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, Jumat (21/12/2018).
Agus menyatakan saat ini sudah ditunjuk toko dan koperasi yang bisa untuk membeli barang-barang kebutuhan sekolah. Yang jelas, secara garis besar uang BKSM yang sebesar Rp 175 ribu per siswa adalah untuk memenuhi kebutuhan pelajar untuk bersekolah.
Soal toko dan koperasi yang menjadi penyalur BKSM ini, lanjut Agus, harus memenuhi beberapa kriteria. Antara lain adalah mudah dijangkau oleh siswa penerima BKSM dan memang menyediakan barang-barang kebutuhan sekolah.
“Insya Allah pada tahap ini kita sudah benar, sudah selektif, kita sudah koordinasikan dan mitna pendapat Kejaksaan Negeri Ponorogo terkait cara ini. Bahkan perbup yang mengatur tata cara ini sudah kita konsultasikan dengan Kejari Ponorogo. Insya Allah tidak ada masalah. Totalnya Rp 8 miliar lebih sedikit,” kata Agus.
Soal siswa penerima, Agus menyatakan ada penyusutan jumlah. Hal ini karena pemerintah lebih selektif. Hanya saja Agus tidak memegang data rinci penerima BKSM ini. Tentunya siswa yang berasal dari keluarga yang tidak miskin tidak mendapatkan program ini.
Tahun lalu, program ini sempat disebut salah sasaran sebab hampir semua pelajar mendapatkannya. Saat itu, BKSM disalurkan dalam bentuk seragam batik pelajar. Puluhan kepala SMP sempat diperiksa oleh Kejari Ponorogo dengan kecurigaan telah terjadi korupsi pada penyalurannya. [dil/but]





