Malang (beritajatim.com) – Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional, Selasa (18/12/2018), Pemkab Malang memberikan bantuan yang digelar di Pendopo Agung Jalan Agus Salim Kota Malang.
Plt Bupati Malang, HM Sanusi menyampaikan, dengan adanya peringatan HKSN yang mengambil tema \\\’Kesetiakawanan Sosial Harmoni Indonesia\\\’ ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan gerakan kesetiakawanan sosial yang ada dimasyarakat, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
\\\”Dengan saling menjaga keselarasan, sinergitas dan saling pengertian diantara semua komponen bangsa dapat mencapai kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,\\\” ungkapnya.
Sanusi melanjutkan, peringatan HKSN kali ini juga di barengi dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional. Dimana momentum tersebut, merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah dalam memotivasi masyarakat untuk mewujudkan dan mendorong kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak penyandang Disabilitas.
\\\”Jika hanya berbicara soal jumlah penyandang disabilitas seakan-akan ini hanya soal angka-angka saja. Tapi, berapapun jumlahnya Pemerintah harus mau berkontribusi untuk membantu dan melindungi hak-hak mereka sebagai warga negara,\\\” jelasnya.
Sanusi mengajak agar masyarakat, menunjukkan kepedulian kita dalam konteks kebersamaan untuk dapat memenuhi hak-hak kaum difabel sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.
\\\”Untuk para penyandang disabilitas, janganlah berkecil hati, tingkatkan kemampuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan kemandirian. Sehingga, meskipun memiliki kekurangan tetapi hal tersebut dapat tertutupi oleh peran aktif masing-masing individu,\\\” pungkasnya.
Adapun bantuan-bantuan sosial yang diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dan penerima hadiah lomba dalam Peringatan HKSN diantaranya berupa 35 unit alat bantu dengar, bantuan bagi PMKS untuk 517 orang senilai 835.000.000. Bantuan itu meliputi, rumah tak layak huni (RTLH) 32 unit rumah, modal usaha bagi 157 orang fakir miskin, bantuan biaya hidup untuk 143 orang PMKS. Serta bantuan pendukung kebutuhan pendidikan binaan RKSA kepada 185 anak.
Selain itu, Pemkab Malang juga menyerahkan tali asih atau bingkisan kepada 2 orang janda perintis kemerdekaan. Tali asih pada tali asih 11 orang petugas TMP atau TMB. Bantuan berupa 100 paket sembako untuk lansia, 30 paket sembako untukk anak-anak terlantar, bantuan usaha ekonomi produktif berupa 20 paket sarana pijat untuk penyandang disabilitas, bantuan stimulan usaha ekonomi produktif 20 paket bagi keluarga eks ODG, bantuan bedah rumah untuk 1 unit untuk korban palu.
Sedangkan untuk penyerahan hadiah diberikan trophy, tabungan dan sovenir bagi pemenang lomba cipta menu antar LKSA, Seleksi Karang Taruna Berprestasi, dan Seleksi Karang Werdha Berprestasi. (yog/kun)





