Tuban (beritajatim.com)–Hingga hari ini, pelaksanaan proyek pembangunan trotoar yang ada di sisi ujung barat dan ujung timur Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban masih belum selesai.
Proyek pembuatan saluran air dengan sistem sumur resapan dan juga pembuatan trotoar untuk jalur disabilitas itu harusnya selesai dalam waktu 75 hari.
Adapun alasan keterlambatan proyek tersebut lantaran kurangnya material, berupa keramik guiding block yang harus didatangkan dari pabrik.
Pantauan beritajatim.com, proses pengerjaan proyek trotoar itu masih terlihat di Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban. Khususnya di Jalan Basuki Rahmad bagian barat masih terdapat para pekerja yang melakukan aktivitas dengan melakukan pengecatan penutup saluran air.
\\\”Belum selesai, Mas. Kurang sedikit,\\\” ujar salah satu pekerja yang ada di lapangan.
Selain itu, pada titik lain masih banyak sisa-sisa material proyek untuk pembangunan trotoar dan perbaikan drainase yang berserakan di pinggir jalan. Seperti pasir serta bekas-bekas material lainnya di sepanjang proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban, Sudarmadji, membenarkan jika pelaksanaan proyek trotoar di sisi barat dan timur jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban itu terlambat. Yang mana seharusnya, hari ini proyek dengan anggaran Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018 sudah selesai.
\\\”Hari ini tanggal terakhir proyek. September didok PAK, kita proses lelang dan macam-macam, kemudian Oktober start,\\\” terang Sudarmadji.
Ia menjabarkan bahwa keterlambatan keberadaan proyek trortoar tersebut adanya kesalahan dari pelaksana proyek dalam pemesanan keramik untuk pengguna jalan disabilitas itu. Seharusnya kebutuhan keramik khusus di proyek itu sebanyak 185 dus, namun awalnya baru dipesankan sebanyak 135 dus saja.
\\\”Seharusnya 185 dus. Pelaksananya itu disampaikan 135 dus. Akhirnya pengiriman sesuai pesanan, dan terus ketutup libur Natal dan Tahun Bru gudangnya tutup,\\\” paparnya.[mut/air]





