Bojonegoro (beritajatim.com) – Suradi (65) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro malam kemarin berpamitan kepada keluarga untuk mengikuti kenduri di rumah Rosyid, yang tak lain tetangganya sendiri. Sekitar pukul 19.30 WIB dia kemudian berangkat dari rumah.
Namun, hingga malam hari dia tidak kembali pulang. Pihak keluarga yang mencari kemudian menanyakan kepada Rosyid. Tapi yang didapat ternyata Suradi tidak mengikuti kenduri. Beberapa orang kemudian mencari keberadaan Suradi.
Sekitar pukul 21.30 WIB Suradi ditemukan oleh saksi Saimin dan Tamsir dalam keadaan tergantung di pohon asem yang berada di tegalan. Kejadian gantung diri itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa setempat, Priyono dan dilanjutkan ke Polsek untuk diidentifikasi.
Kapolsek Ngraho, AKP Purwanto yang mendatangi lokasi mengatakan, posisi korban gantung diri tidak jauh dari rumah. Pohon asem yang digunkan gantung diri itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari belakang rumah. \\\”Korban diduga sakit ambeyen yang tak kunjung sembuh,\\\” ujarnya, Rabu (19/12/2018).
Setelah dilakukan pemeriksaan bersama yang dipimpin oleh Dokter Puskesmas Ngraho, Punita Surya, disebutkan tidak diketemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diduga sudah meninggal dua jam sebelum ditemukan oleh sejumla saksi. Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. [lus/kun]





