Banyuwangi (beritajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) East Region telah melalui masa yang cukup menantang di sepanjang 2018.
Bertumpu pada tersedianya kualitas jaringan data yang semakin baik, termasuk jangkauan yang semakin luas, juga berbagai produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, XL Axiata berhasil meningkatkan performa perusahaan.
Seiring itu, jumlah pelanggan mencapai 30% dari total pelanggan XL Axiata per akhir September 2018. Kondisi itu mendorong peningkatan trafik layanan, terutama layanan data hingga mencapai 59% dalam setahun.
“Sepanjang tahun 2018, kami menghadapi dinamika industri yang sangat menantang. Tantangan tersebut tidak hanya dari luar berupa kompetisi dengan operator lain, tetapi juga dari sisi perusahaan sendiri di mana dengan terus meningkatnya jumlah pelanggan dan trafik, maka kami pun harus mampu memenuhi ekspektasi pelanggan. Kami sadar benar, pelanggan sangat sensitif dengan kualitas layanan. Kami harus bekerja keras menjaga kualitas layanan,” kata Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim, Rabu (19/12/2018)
Peningkatan trafik itu, kata Imam, terjadi di sebagian besar area di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Peningkatan juga dibarengi dengan trafik layanan data. Terlebih, jumlah pengguna smartphone dan juga aktivitas digital pelanggan semakin pesat.
\\\”Sepanjang tahun ini, East Region melakukan inisiatif untuk mendukung pertumbuhan, terutama dalam menyediakan infrastruktur jaringan data. Sampai dengan saat ini, XL Axiata di wilayah propinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur telah memiliki lebih dari 25.000 BTS,\\\” jelasnya.
Rinciannya, lanjut Imam, terdiri dari BTS 2G sebanyak lebih dari 8.500 BTS, BTS 3G sebanyak lebih dari 11.000 BTS dan BTS 4G sebanyak lebih dari 5.500 BTS. Penyebarannya, untuk BTS 4G, lebih dari 3.400 BTS di Jawa Timur, lebih dari 1.250 BTS di Bali, lebih dari 800 BTS di NTB dan lebih dari 20 di NTT.
\\\”Sementara itu untuk BTS 3G, 6.400 BTS di Jawa Timur, lebih dari 2.600 BTS di Bali, lebih dari 1.800 BTS di NTB dan lebih dari 380 di NTT,\\\” katanya.
Meski sejak tahun lalu layanan 4G telah masuk ke semua kota dan kabupaten di Jawa Timur dan Bali. Namun, pembangunan infrastruktur internet cepat ini terus berlangsung. Penambahan BTS 4G dan 3G tetap dilanjutkan demi meningkatkan kualitas layanan seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan.
\\\”Perluasan ke area-area yang belum dapat mengakses layanan data secara maksimal, seperti di area pinggir kota dan pedesaan. Pelanggan yang aktif mengakses layanan data juga terus tumbuh di area pinggiran kota dan pedesaan. Ini menumbuhkan aktivitas ekonomi digital yang dilakukan masyarakat,\\\” ujarnya.
Tumbuhnya aktivitas ekonomi digital masyarakat memang menjadi perhatian XL Axiata East Region. Apalagi di wilayah operasi ini, baik di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT memiliki potensi wisata yang sangat besar.
Industri wisata yang mengandalkan indahnya panorama alam, banyak di antaranya berlokasi jauh di pedesaan, telah mampu menggerakkan ekonomi warga melalui promosi di media sosial dan saluran informasi digital lainnya.
\\\”Di wilayah East Region juga, XL Axiata telah menyelenggarakan program-program edukasi dan pemanfaatan sarana digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa tertinggal. Di antaranya, sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara bagi nelayan di Bali, Lombok, dan Jawa Timur. Selain itu juga kelas edukasi untuk kaum perempuan pelaku UKM di Lombok dan Bali,\\\” pungkasnya. (rin/ted)





