Malang (beritajatim.com) – Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan rancangan undang-undang pesantren dan undang-undang keagamaan cukup penting. Menurutnya, Presiden RI Joko Widodo sangat berpihak dengan santri dan pesantren.
\\\”Sudah disahkan RUU pesantren dan pendidikan keagamaan. Sekarang memasuki masa reses. Saat ini menunggu surat presiden untuk mulai melakukan pembahasan RUU ini,\\\” kata Romahurmuziy di Malang, Senin, (17/12/2018).
Gus Romi itu mengatakan RUU menjadi tonggak sejarah penting bagi dunia pesantren. Karena untuk pertama kalinya setelah lebih dari 500 tahun pesantren berdiri di Indonesia, pemerintah baru kali ini memperhatikan keberadaan pesantren.
\\\”Sejak pertama kali berdiri, negara hadir untuk melakukan pengaturan dan ini baru terjadi pada era pak Jokowi. Sekaligus mengkonfirmasi bahwa beliau bukan hanya sekedar menetapkan secara seremonial hari santri saja pada 2015,\\\” papar Gus Romi.
Selain itu, pendidikan dan keagamaan yang diatur dalam RUU ini bukan hanya pendidikan keagamaan Islam. Tetapi juga mencakup Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.
\\\”Sehingga memang kita fraksi PPP sebagai inisiator dari RUU ini sejak 2013. Sekarang melakukan roadshow ke seluruh nusantara untuk menerima masukan dari para pelaku pendidikan keagamaan, dan pesantren agar kita bisa mendapatkan RUU yang sempurna,\\\” tandasnya. (luc/kun)





