Sumenep (beritajatim.com) – Manager Madura FC, Januar Herwanto, mengucapkan terima kasih kepada media, yang dinilai punya andil besar untuk mewujudkan upaya penegakan integritas di dunia sepak bola Indonesia.
\\\”Terima kasih untuk teman-teman media yang sudah membantu mem-blow up persoalan ini. Sekarang, penegakan integritas dunia sepak bola kita mulai terlihat,\\\” kata Januar, Rabu (26/12/2018).
Menurutnya, tanpa bantuan media untuk membumikan persoalan dugaan pengaturan skor, maka dirinya tidak akan berarti apa-apa.
\\\”Tanpa media, kami seperti berteriak di tengah hutan. Tidak berarti apa-apa. Tidak ada yang mendengar terakan kami,\\\” ujarnya.
Manajer Madura FC, Januar Herwanto sempat mengejutkan publik dengan pengakuan adanya \\\’match fixing\\\’ atau pengaturan skor di laga Madura FC kontra PSS Sleman di Putaran I Liga 2 Indonesia 2018.
Januar membeberkan, salah satu anggota exco PSSI, Hidayat, menghubunginya melalui telepon, meminta agar Madura FC mengalah dari PSS Sleman saat bertanding di Sleman. Nantinya saat PSS Sleman bertandang ke kandang Madura FC, PSS Sleman pun akan mengalah.
Menurut Januar, Hidayat menawarkan uang Rp 100 – 150 juta, apabila bersedia bekerja sama (dalam pengaturan skor: red). Namun tawaran itu ditolak Januar. Buntut pengakuan \\\’blak-blakan\\\’ itu, Hidayat memilih mengundurkan diri dari jabatannya.
\\\”Semoga admin-admin sepak bola Indonesia makin solid bersatu padu membantu dunia sepak bola Indonesia semakin baik,\\\” ucap Januar. [tem/suf]





