Liverpool (beritajatim.com) – Perayaan Natal oleh pendukung Liverpool terasa sempurna. Kemenangan 2-0 (1-0) atas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Sabtu (22/12/2018) dini hari WIB, membawa Liverpool memuncaki klasemen sementara Liga Primer Inggris saat Natal.
Gol pertama Liverpool dicetak Mohamed Salah yang mendapat assist dari Fabinho pada menit 18. Lima puluh menit kemudian, giliran Salah memberikan assist untuk bek tengah asal Belanda, Virgil van Dijk, untuk memperbesar keunggulan.
Liverpool turun dengan formasi 4-2-3-1. Kiper tetap dipercayakan kepada Alisson Becker. Van Dijk dan Lovren menjadi dua menara di tengah pertahanan. Mereka diapit Andrew Robertson di kiri dan James Milner di kanan.
Sementara itu, di tengah Fabinho dan Jordan Henderson menjadi double pivot. Tiga gelandang serang, yakni Naby Keita, Sadio Mane, Roberto Firmino, ditempatkan di belakang Salah yang menjadi penyerang tunggal.
Sementara itu, Wolverhampton yang dilatih Nuno Espirito Santo memainkan formasi 3-4-1-2. Formasi ofensif ini sukses membawa tim ini berada di urusan ketujuh klasemen sementara dan menjadi tim promosi yang paling mengejutkan musim 2018-2019.
Namun Liverpool menunjukkan kelasnya dengan menguasai 61,7 persen pertandingan berbanding 38,3 persen. Anak asuhan Jurgen Klopp melakukan 6 tembakan tepat sasaran dari total 15 tembakan. Sementara Wolves memberondong 5 tembakan tepat sasaran dari 11 tembakan.
Kemenangan ini membuat Liverpool mempertahankan predikat sebagai satu-satunya tim tak terkalahkan musim ini. Mereka sudah mengantongi 48 angka dari 15 kemenangan dan tiga hasil imbang.
Salah menjadi pemuncak daftar pencetak gol terbanyak dengan 11 gol dari 18 pertandingan. Dia sudah mencetak gol ke gawang 20 tim dari 22 tim yang dihadapinya di Liga Inggris saat bermain untuk Reds. Hanya Manchester United dan Swansea yang gagal dibobol oleh pemain asal Mesir ini. Namun Salah sudah menemukan sentuhan magisnya lagi.
Sementara gol Van Dijk dalam pertandingan adalah yang pertama untuk Liverpool dalam Liga Inggris musim ini. Namun secara keseluruhan, sejak bergabung di Southampton pada musim 2015-2016, dia sudah mencetak lima gol di Liga Primer.
Semalam, Van Dijk memenangkan 100 persen duel udara, memiliki akurasi umpan 92 persen, melakukan 76 sentuhan, melakukan lima sapu bersih, dua tembakan yang salah satunya tepat sasaran, menciptakan satu kesempatan.
Penampilan Van Dijk melengkapi kehebatannya sejak bergabung bersama Liverpool. Bergabung pada paruh kedua 2017-2018, situs statistik sepak bola Squawka mencatatnya sebagai pemain yang paling banyak melakukan sentuhan (2.846 kali), paling lama bermain (2.845 menit), paling banyak memberikan operan (2.471 kali), paling sering memenangkan duel (213 kali), paling banyak melakukan sapu bersih (173 kali), paling banyak memenangkan duel udara (155 kali), paling sering melakukan intersep (38 kali), dan paling banyak melakukan blok (13 kali).
Kenny Dalglish, legenda Liverpool, menyebut Van Dijk sebagai salah satu pemain bertahan terbaik Si Merah selama bertahun-tahun. Hanya Jamie Carragher yang bisa menyainginya. Sementara jurnalis dan penulis buku soal Liverpool, Simon Hughes, menegaskan: \\\”Saya tidak pernah melihat pemain bertahan sepertinya bermain untuk Liverpool.\\\”
Lini pertahanan adalah kunci sukses Liverpool musim ini. Dari 18 pertandingan, Si Merah hanya kebobolan tujuh gol dan berhasil mencatatkan 11 kali clean sheet. Total dari 32 pertandingan pertama untuk Liverpool, Van Dijk hanya kebobolan 17 gol dan berhasil mencetak 17 gol hasil clean sheet.
Akankah Liverpool melaju untuk menjadi juara? Musim 2008-2009, di bawah manajer Rafael Benitez, mereka juga memuncaki klasemen saat Natal. Begitu pula musim 2013-2014 di bawah manajer Brendan Rodgers. Namun di ujung musim, mereka hanya menduduki posisi runner-up. Padahal selama sepuluh tahun terakhir, semua klub yang berhasil menduduki puncak klasemen saat Natal berhasil menjuarai Liga Inggris. [wir]





