Surabaya (beritajatim.com) – Amblesnya jalan raya Gubeng Surabaya yang terjadi tadi malam menyebabkan kemacetan di beberapa titik. Hal tersebut terjadi karena terputusnya akses dan jalur transportasi disekitar Gubeng.
Terkait hal tersebut, Prof. Indrasurya B Mochtar selaku Ahli Geoteknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memberikan pandangan dan solusi awal yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Solusi yang dipaparkan oleh Prof Indrasurya adalah dengan membangun dinding penyangga atau Turap. Turap adalah dinding vertikal yang relatif tipis yang berfungsi untuk menahan tanah ataupun menahan masuknya air ke dalam lubang galian. Fungsi turap sama persis seperti dinding penahan tanah.
\\\”Penggunaan turap ini bisa juga untuk meredam gerakan tanah atau gaya yang terjadi secara horizontal. Setelah diberi turap sepanjang jalan yang ambles itu kemudian bisa diuruk kembali dengan tanah,\\\” ujar Prof Indrasurya yang juga sebagai tim peneliti di Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS.
Selain bisa digunakan untuk memperbaiki jalan agar bisa digunakan kembali, menurut Prof. Indrasurya turap juga bisa digunakan untuk menyangga kembali bangunan yang hampir roboh, seperti Bangunan Bank BNI dan Bangunan Toko Tas Elizabeth.
\\\”Bisa dijadikan penyangga untuk Bank BNI, jadi ditaruh dibawah bangunan yang sudah tergerus tanahnya, supaya bisa berdiri lagi bangunannya. Semacam dijadikan fondasi lah,\\\” paparnya.
Perbaikan jalan raya Gubeng Surabaya sendiri menurut Prof Indrasurya sebenarnya bisa dilakukan dengan cepat asal ada regulasi yang mendukung dan dana.
\\\”Ya bisa cepat, tinggal dikasih turap kemudian baru diuruk. Itu tergantung dana dan gimana aturan dari Pemkot. Kalau jalan tidak boleh diapa apakan karena masih diselidiki ya ndak tahu lagi,\\\” pungkasnya. [adg/but]





