Pamekasan (beritajatim.com) – Sosok pelatih suksesor Gomes de Olivera sebagai juru taktik Madura United FC masih menjadi misteri. Padahal saat ini manajemen gencar melakukan gerak cepat dalam merektur pemain menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2018 mendatang.
Hal tersebut memunculkan berbagai respon variatif dari kalangan kelompok suporter Madura Bersatu, terlebih di jejaring media sosial (medsos) yang membahas kebijakan manajemen merekrut pemain tanda menyertakan pelatih yang akan menjadi juru taktik.
Namun pihak manajemen memastikan proses rekrutmen pemain sebagai bagian dari keluarga besar Madura United, juga tidak lepas dari peran serta pelatih baru. \\\”Semua rekrutan pemain, baik yang bertahan (pemain lama) dan yang baru adalah rekomendasi pelatih,\\\” kata Manajer Madura United FC Haruna Sumitro, Rabu (26/12/2018).
\\\”Madura sudah menandatangkan pelatih baru pasca tidak diperpanjangnya (kontrak) Gomes. Siapa pelatihnya, ada saatnya akan diumumkan secara lengkap komposisi head coach (asing) 2 asisten (asing dan lokal) dan pelatih kiper (timnas),\\\” tegasnya.
Dari itu pihaknya memastikan kebijakan merekrut pemain sudah mengacu pada hasil evaluasi bersama, termasuk pelatih baru. \\\”Jadi semua tidak akan keluar dari skema yang sudah disiapkan tim pelatih, termasuk rekrutan Ridho (Djazulie) adalah rekomendasi pelatih kiper yang akan menanganinya,\\\” pungkasnya.
Saat ini tercatat sebanyak 11 pemain yang sudah dipastikan menanda tangani kontrak bersama manajemen Madura United, meliputi sembilan pemain lokal dan dua pemain asing, Asia dan Non-Asia.
Jumlah tersebut meliputi Al-Fath Fathier, Andik Rendika Rama, Andik Vermansyah, Greg Nwokolo, Guntur Ariyadi, Irsan Lestaluhu, Muhammad Ridho Djazulie, Rifad Marasambesy dan Satria Tama Hardianto.
Sementara dua pemain lainnya merupakan pemain asing, masing-masing Dane Milovanovic (Australia) sebagai pemain asing Asia, serta Zah Rahan Krangar (Liberia) sebagai pemain Asing Non-Asia. [pin/but]





