Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur mengakui pentingnya media siber dalam pencapaian kemenangan pemilu. Para kader diminta untuk menguatkan kampanye melalui jaringan internet.
\\r\\n
\\\”Salah satu kelemahan kita adalah di media sosial dan kita belum terbiasa berkampanye media sosial. Padahal ini sudah jadi kebutuhan dan keniscayaan bagi partai politik yang ingin berkontestasi atau berkampanye,\\\” kata Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Jatim Zainudin Amali, dalam acara rapat kerja teknis Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) yang diikuti pimpinan DPRD, ketua fraksi, ketua DPD tingkat kabupaten dan kota di Surabaya, Minggu (16/12/2018).
\\r\\n
Zainudin mengatakan, sebenarnya sejak pemilu 2014, Golkar sudah melancarkan kampanye melalui media siber atau disebut sebagai serangan udara. \\\”Namun saat itu kami masih belum masif,\\\” katanya.
\\r\\n
Kondisi saat ini mendesak Golkar untuk memaksimalkan semua kekuatan, termasuk di media siber. Apalagi hasil pemilu 2014 menunjukkan gejala yang perlu diperhatikan: 70 persen pemilih Golkar lebih suka mencoblos nama caleg, dan hanya 30 persen yang mencoblos partai.
\\r\\n
Saat ini Golkar Jatim menetapkan program tidak hari tanpa berita. \\\”Narasumber bisa dari kader yang menjadi pimpinan DPRD atau ketua fraksi. Kalau sehari saja ada lima berita tentang Golkar di media massa online maupun media sosial, maka insya Allah orang akan baca. Kalau orang dijejali terus setiap hari berita tentang Golkar, maka akan ingat,\\\” kata Zainudin.
\\r\\n
Namun Zainudin meminta agar serangan darat atau kampanye konvensional tidak ditinggalkan. \\\”Sekarang masanya melekatkan organisasi Golkar ke masyarakat dengan cara modern. Kerja kita harus terstruktur, sistematis, dan masif,\\\” katanya. [wir]





