Mojokerto (beritajatim.com) – Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bagi tenaga kontrak Unit Pengumpul Zakat Organisasi Perangkat Daerah (UPZ OPD) di Lingkungan Pemkot Mojokerto. Penyerahan bantuan BAZNAS tersebut dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, Kelurahan Kerudung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Ketua Baznas Kota Mojokerto, KH Ma\\\’shum Maulani menyampaikan, jika tahun depan pembagian ZIS dari BAZNAS Kota Mojokerto akan dilakukan empat kali, pembagian untuk faqir miskin pada bulan Romadhon, anak yatim pada bulan muharom, hari buruh dan hari guru. \\\”Baznas yang sehat adalah Baznas yang pada akhir tahun perolehannya besar dan tidak boleh ada saldo di akhir tahun,\\\” ungkapnya, Kamis (27/12/2018).
Hal tersebut, lanjut KH Ma\\\’shum yang membedakan antara BAZ dengan bank. BAZ mempunyai tugas pokok mengumpulkan, mendistribusikan dan mendayagunaan zakat sesuai dengan ketentuan agama. BAZNAS Kota Mojokerto sudah menjalani audit internal dan diserahkan secara simbolis kepada Walikota Mojokerto sehingga, tegas KH Ma\\\’shum, kedepannya BAZNAS akan diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi yang setinggi-setingginya atas keberadaan BAZNAS di Kota Mojokerto. \\\”Baznas mampu memberikan kemanfaatan, bantuan kepada warga yang perlu uluran tangan. Hasil dari audit telah menunjukkan bahwa BAZNAS telah menunjukkan kinerjanya yang profesional, yang mampu dipertanggungjawabkan dunia akhirat karena mengemban amanah dana zakat dan dana shodaqoh dari masyarakat,\\\” katanya.
Secara pribadi, tegas Ning Ita (sapaan akrab, red), ia ingin tidak banyak yang menerima bantuan karena semakin sedikit warga yang diberi bantuan menunjukkan tingkat kesejahteraan warga Kota Mojokerto semakin meningkat. Dana pada BAZNAS adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto akan disesuaikan dengan program pemberdayaan.
\\\”Sehingga ada sinergitas kerja sama yang baik dari Pemkot dengan Baznas karena program ke depan warga kota yang perlu dibantu ada pendampingan dari Pemkot yang kami beri nama pejuang ekonomi. Ke depan, program pemberdayaan akan dilakukan dengan pendataan melalui RT-RT setempat kemudian diberi pelatihan sampai dengan permodalan juga fasilitas sesuai porsinya,\\\” ujarnya.
Menurutnya, jika pemetaan sudah jelas maka program bantuan pendampingan untuk pemberdayaan masyarakat juga bisa tepat sasaran. Bantuan dari BAZNAS Kota Mojokerto yang diserahkan adalah sebesar Rp192.900.000 rupiah yang akan diserahkan kepada 643 orang tenaga kontrak dari UPZ di Kota Mojokerto dengan perincian 196 orang dari UPZ DLH, 317 orang dari UPZ Dinas-dinas, dan 130 dari UPZ Satpol PP.
Usai memberi bantuan, Ning Ita meninjau kebun hidroponik di lokasi TPA dan melihat pelayanan mobil telecenter milik Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sebagai media pembelajaran dan pemberian fasiliitas internet secara gratis khususnya bagi anak-anak usia didik. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto. [tin/but]





