Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengajak keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pamekasan untuk menjadi bagian dari perubahan ke arah yang positif dan lebih baik, khususnya dalam membangun daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Kongkow Persahabatan yang digelar IKA PMII Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati Jl Pamong Praja Nomor 1, Selasa (25/12/2018) malam.
\\\”Saat ini sudah memasuki era disrupsi yang akrab disebut era 4.0, era ini menuntut kita agar lebih cepat sekaligus konstruktif mendorong kader untuk menyatu dengan teknologi yang notabene menjadi sebuah keniscayaan untuk kita hadapi bersama,\\\” kata Badrut Tamam.
Dalam kegiatan yang menggandeng komunitas budaya di Pamekasan, yakni Komunitas Koloman Pojok Surau (KPS) pimpinan RPA Wazirul Jihad. Mengusung tema \\\’Toleransi, Kekuatan Indah dalam Membangun Pamekasan Hebat\\\’, Ra Badrut juga menyampaikan cerita singkat tentang dirinya sebagai bagian dari organisasi Bintang Sembilan.
\\\”Hingga saat ini kami sudah sekitar 20 tahun berada di PMII, dimulai saat merintis PMII di Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 1998. Dimulai dari tingkat Rayon, Komisariat, Cabang, Korcab (PKC) hingga saat ini menjabat sebagai Sekretaris IKA PMII Jawa Timur,\\\” ungkapnya.
Dari itu dirinya mengetahui sedikit banyak tentang PMII berdasar pengalaman yang dijalaninya. \\\”Sebenarnya wajah PMII itu punya kekhasan, dulu tercover dalam tiga madzhab pemikiran, yakni Malang, Jember dan Yogya. Sementara Surabaya fokus pada pola gerakan,\\\” imbuhnya.
\\\”Kali ini rool model kaderisasi harus terus dilakukan, ditambah dengan modul kaderisasi tambahan yang berorientasi pada sosio kultur atau kearifan lokal (social wisdom). Jika itu dilakukan, insya\\\’ Allah kader kita akan berdaya saing,\\\” jelas Badrut Tamam.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong para kader untuk tetap berpikir kritis. Sekalipun saat ini dirinya menjabat sebagai publik figur di Pamekasan. \\\”Medan juang kita saat ini baru, tentunya juga harus dilakukan dengan cara yang baru. Sehingga nanti jabatan dijadikan sebagai alat perjuangan dengan prinsip dzikir, fikir dan amal salih,\\\” tegasnya.
\\\”Mari bersama berfikir konstruktif tanpa intrik, kita semua sudah sepatutnya menjadi bagian dari gelombang perubahan. Kita harus merubah mainsite mendorong Pamekasan Hebat, bhejre, rajjhe tor parjughe,\\\” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir sejumlah jajaran pengurus IKA PMII Pamekasan, serta para kader dari berbagai tingkatan struktural. Termasuk para pembicara kongkow yang notabene alumni organisasi, seperti Alwi Beiq (Kepala Bakorwil Madura), Mohammad Kosim (IAIN Madura), Taufik Hasyim (PCNU Pamekasan) dan Zaini Rahman (PB IKA PMII). [pin/kun]





