Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, membentuk tim imvestigasi untuk menyelidiki temuan video dugaan kampanye politik tak prosedural yang dilakukan Bupati Faida.
\\\”Kami sudah menemui lima saksi untuk melengkapi alat bukti. Mungkin Jumat besok kami akan melakukan kajian awal untuk menentukan apakah ada unsur pelanggaran aturan pemilu atau tidak,\\\” kata Ketua Bawaslu Jember Thobroni Pusaka, Kamis (20/12/2018).
Lima orang saksi yang diperiksa ini hadir dalam acara Kongres Perangkat Desa di Aula PB Sudirman, Kantor Pemkab Jember, Sabtu (15/12/2018). \\\”Bisa saja saksi bertambah,\\\” kata Thobroni.
Bawaslu dibatasi masa tujuh hari kerja sejak temuan dugaan pelanggaran aturan pemilu, Senin (17/12/2018). Ini artinya pada Rabu pekan depan, semua sudah harus tuntas. \\\”Kami akan plenokan. Kalau memang ada unsur pidana pemilu, maka akan kami limpahkan ke Gakumdu (Penegak Hukum Terpadu). Kalau pelanggaran administratif, cukup ditangani Bawaslu,\\\” kata Thobroni.
Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengantongi video Bupati Faida yang diduga sedang mengampanyekan calon legislator DPR RI Abdul Rochim. Kebetulan Rochim adalah nama suami Faida.
Video berdurasi dua menit 50 detik itu telah beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Bupati Faida memberikan pengarahan dengan menggunakan \\\’slide\\\’ di hadapan sejumlah orang.
Tidak dijelaskan dalam video tersebut di mana lokasi peristiwa tersebut. Namun, dalam salah satu akun media sosial Facebook dijelaskan bahwa itu video paparan Bupati Faida dalam Kongres Perangkat Desa di Aula PB Sudirman, Kantor Pemkab Jember, di Jalan Sudarman, Sabtu (15/12/2018). Slide itu berjudul Isu Perangkat Desa di Tahun Politik 2019.
Pernyataan Faida ini terekam di detik 1-14. Faida meminta perangkat desa untuk tidak terlibat kampanye politik dalam pemilu 2019. \\\”Ada larangan bagi perangkat desa untuk ikut serta dan terlibat dalam kampanye pemilihan umum atau pemilihan kepala desa. Mangkane ojok bengok-bengok Pak Rochim. Sing penting dicoblos,\\\” katanya disambut gelak tawa hadirin. [wir/but]





