Banyuwangi (beritajatim.com) – Ada yang beda dari penampilan Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tak seperti biasa, mereka mengenakan seragam batik setiap hari. Meski di hari berbeda, biasanya merkeka telah menjadwal seragam yang dipakai.
Alasannya, ternyata karena demi menyambut Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi (Harjaba) yang jatuh setiap 18 Desember. Bahkan, mengenakan batik selama sebulan penuh menjadi kewajiban bagi seluruh ASN.
\\\”Khusus di bulan Desember ini, para pegawai memakai baju batik,\\\” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Senin (17/12/2018).
Perubahan seragam selama Desember tersebut diatur dari Senin hingga Jumat. Sedangkan Selasa tetap mengenakan baju adat khas masyarakat Suku Osing yang serba hitam.
Perubahan seragam selama Desember ini, tak sekadar untuk memperingati ulang tahun Banyuwangi. Tapi, juga untuk menggeliatkan bisnis perajin batik di Banyuwangi.
\\\”Jika para pegawai membuat baju batik baru, maka akan semakin menggeliatkan UMKM batik di Banyuwangi. Kita juga menganjurkan agar mereka lebih banyak mengenakan motif batik Banyuwangi yang kini sangat beragam,\\\” kata Anas.
Di Banyuwangi kini ada 42 motif batik, yang 24 di antaranya merupakan tema klasik Banyuwangi.
\\\”Ini sebagai salah satu cara kami untuk mengenalkan lebih luas beragam motif batik Banyuwangi. Silakan para pegawai di sela-sela istirahat bekerja bisa selfie dulu dengan batik khas Banyuwangi, lalu upload di media sosial. Sebutkan beli di perajin batik mana, sekaligus mempromosikan UMKM batik Banyuwangi,\\\” pungkas Anas. [rin/suf]





