Surabaya (beritajatim.com) – KKD (Komite Komunikasi Digital ) Jawa Timur menyiapkan langkah strategis agar iklim media sosial jelang Pemilu 2024 lebih sehat ketimbang pemilu sebelumnya.
Mayoritas pemilih pemula yang didominasi anak muda akan menggali profil sosok pilihannya di 2024 lewat media sosial.
Arief Rahman, Ketua KKD Jawa Timur mengatakan, pihaknya akan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dan pesantren agar para anak muda tidak mudah terpapar hoaks. Bukan saja anak muda, lapisan masyarakat paling bawah juga akan menjadi sasaran KKD dalam sosialisasi tentang media sosial jelang pemilu 2024.
“Kalau anak-anak muda ini paham dan sadar akan konsekuensi bermedia sosial. Mereka tidak akan gegabah untuk menggunakan media sosial. Nantinya mereka juga yang akan menjadi filter informasi di media sosial,” ujar Arief saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (06/05/2023).
Selain melakukan edukasi para pengguna media sosial, KKD Jatim juga akan berusaha hadir sebagai lembaga yang membantu Forkopimda Provinsi Jawa Timur dalam urusan komunikasi digital. Arief meminta agar nantinya persoalan konten-konten digital tidak langsung diseret ke ranah pidana.
“Kita mendorong masyarakat agar tidak saling lapor hal-hal terkait persoalan di ruang komunikasi digital kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Karena akan menambahi beban kerja APH. Kita mendorong masyarakat agar melapor ke KKD. Tentunya itu akan mengurangi kericuhan dan tensi di masyarakat dengan saling lapor,” imbuh Arief yang juga Ketua AMSI Jatim.
Baca Juga: KKD Jombang Diharapkan Jadi Penjernih Ruang Publik dari Gempuran Hoaks
Arief menjelaskan, jika KKD hadir untuk mengisi kekosongan regulasi terkait permasalahan konten-konten di ruang digital. Menurut Arief, UU ITE yang kerap digunakan masih bersifat abu-abu rawan multitafsir. Sehingga, bukannya seringkali pihak yang berkonflik merasa tidak adil dengan konsekuensi yang didapat.
“Di KKD ini kan ada unsur APH, TNI, Media, Pakar yang sudah bisa menjadi wadah masyarakat untuk mengadukan problemnya. Kita akan jadi filter terlebih dahulu yang sifatnya membantu pihak kepolisian,” tegas Arief.
Arief berharap agar jelang masa pemilu 2024, kondisi iklim digital khususnya di Jawa Timur terus membaik. Pihaknya telah menyiapkan strategi dan program kerja agar masyarakat semakin dewasa dalam berkomunikasi di ruang digital. Ia juga meminta para konten kreator untuk memperhatikan konten yang dibuat. Karena, menurut Arief berdasarkan survei yang dilakukan Kominfo jika saat ini media sosial menempati urutan kedua sebagai sumber informasi yang dipercaya publik setelah Televisi.
“Kita dari KKD menghimbau kepada para anak muda dan konten kreator lebih bertanggung jawab dalam mengkonsumsi informasi dan mendistribusikan informasi. Pertama dari aspek kebenaran informasi dan kedua dari aspek etika dan budaya,” pungkasnya. (ang/ted)






