Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, melakukan demonstrasi. Dengan menamakan diri Forum Warga Sukorejo, mereka beramai-ramai berunjuk rasa di pabrik pengolahan kayu PT Haswin Hijau Perkasa (HHP) di Jalan Mayjen Sungkono.
Sambil melakukan orasi, warga juga mendirikan tenda di jalan guna menuntut perusahaan pengolahan kayu tersebut. Mereka kesal karena janji pabrik tersebut tidak dipenuhi sampai sekarang.
Aksi warga yang sebagian menutup Jalan Mayjen Sungkono Gresik sempat membuat arus lalu-lintas dari arah Gresik maupun ke Surabaya macet total. Kemacetan sampai 3 kilometer itu menyebabkan kendaraan roda empat maupun lebih tidak bisa bergerak.
Kepala Desa (Kades) Sukorejo Fathur menuturkan, unjuk rasa ini menuntut kepada perusahan supaya memprioritaskan warga ring satu. Warga juga mendesak PT HPP wajib bekerjasama dengan BumDes (Badan Usaha Milik Desa).
“Kami hanya butuh kepastian dan bukan janji-janji palsu. Intinya warga Desa Sukorejo harus diprioritaskan dibanding warga lain. Itu tuntutan kami,” tuturnya, Senin (5/6/2023).
BACA JUGA:
Warga Geruduk Camat Duduksampeyan Gresik, Ini Penyebabnya
Lebih lanjut Fathur mengatakan, apabila tuntutan warganya tidak dipenuhi. Pihaknya akan menggelar unjuk rasa dengan massa lebih banyak lagi. Bahkan akan menutup akses pabrik. “Warga siap melawan dan siap menginap di depan pabrik, jika pihak pabrik tetap menolak memenuhi tuntutan warga,” katanya.
Aksi yang dimulai pukul 11.40 wib hingga berita ditulis masih berlangsung. Namun, kendaraan dari dua arah di Jalan Mayjen Sungkono Gresik bisa dilalui meskipun merambat pelan. Dalam aksi tersebut, warga juga menempelkan sejumlah poster tuntutan misalnya ‘BUMDes Harga mati, Dengarkan jeritan kami, Hilangkan mafia-mafia di PT HPP’. [dny/suf]






