Gresik (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik mencatat jumlah orang lanjut usia atau lansia mencapai 156.565 jiwa di tahun 2022. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses penuaan penduduk.
“Pertambahan jumlah lansia memberikan implikasi pada perlu adanya penyesuaian struktur, dan pelayanan inklusif bagi lansia,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoiroh, Rabu (31/05/2023).
Ia menambahkan, warga Gresik tidak menelantarkan lansia, terlebih lagi orang tuanya sendiri. Kalau bisa hak-haknya dipenuhi meski sudah lansia.
Sementara itu, Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 27 tahun, dia berharap lansia tidak ditelantarkan. Penelantaran lansia nantinya berakibat menjadi permasalahan sosial.
“Banyak dari para lansia yang masih produktif dan mempunyai keahlian tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan,” katanya.
Mantan Kepala Sekolah SMK Asa’adah menyatakan untuk mendukung lansia pihaknya meluncurkan berbagai program. Di antaranya penguatan kelembagaan karang taruna, posyandu lansia, pemberian bansos PKH inklusif serta pemberian alat bantu mobilitas berupa kursi roda, tongkat, dan alat bantu dengar.
BACA JUGA:
Viral Video Jemaah Haji Lansia Sumenep Tersesat di Mekkah
Wagub Jatim Emil Dardak Apresiasi Semangat Lansia
“Lansia bukan lagi menjadi obyek pembangunan, melainkan sebagai subyek penyelenggaraan pembangunan melalui program-program pemberdayaan yang mengarah pada peningkatan kemandirian,” pungkasnya.
Wakil Bupati Gresik perempuan pertama itu juga mengingatkan kepada generasi muda agar tetap menghormati para lansia. Khususunya orang tua sendiri yang telah membesarkan serta mendidik hingga dewasa.
“Saya berpesan lansia jangan disia-siakan bahkan jangagn sampai ditelantarkan. Bagaimana pun juga mereka telah memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Gresik,” tandasnya. [dny/but]






