Lamongan (beritajatim.com) – Tarmi, perempuan berusia 53 tahun, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan Jawa Timur, bersyukur bisa mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji plus VIP.
Lantaran jerih payahnya dalam mengumpulkan uang selama sekitar 30 tahun, kini ia akhirnya berhasil mendaftar haji plus melalui biro perjalanan haji di Lamongan, PT Elaf Indonesia dan bakal berangkat pada 2023 ini.
Saat diwawancarai, Tarmi mengungkapkan bahwa niatnya untuk bisa berangkat haji itu sudah ada sejak lama. Namun, uang tabungannya cukup untuk mendaftar haji baru beberapa tahun terakhir ini.
BACA JUGA:
Berangkat 1 Juni 2023, 1.574 CJH Lamongan Ikuti Manasik Haji di Masjid Namira
Pada mulanya, Tarmi yang tidak memiliki anak dan suami ini mengaku akan mendaftar haji reguler. Akan tetapi lantaran daftar tunggunya yang dirasa sangat lama yakni sampai 15 tahun, dia akhirnya membatalkan niatnya dan memutuskan untuk mendaftar haji plus.
“Khawatir, karena sudah tua dan harus menunggu lama, akhirnya daftar haji plus dengan ongkos naik haji (ONH) plus, agar tidak terlalu lama. Daftar tunggunya lebih cepat,” ujar Tarmi, Jumat (26/5/2023).
Meski biaya haji plus begitu mahal dan tak semua orang sanggup memenuhi biaya itu, namun Tarmi lebih memilih untuk berangkat dengan jalur itu. Menurutnya, fasilitas yang diberikan haji plus lebih baik bagi dirinya dan bisa memudahkan ibadahnya selama berada di tanah suci.
“Yang jelas antreannya lebih cepat, sekitar 5 sampai 8 tahun. Fasilitasnya berbeda untuk tenda lebih dekat di Mekkah dan Madinah. Hotelnya minimal bintang lima dan semua kegiatan yang membimbing,” beber Tarmi yang setiap hari melayani para pelanggan pijat di rumahnya yang berada di Desa Banjarejo.

Sedangkan mengenai biaya, Tarmi menyebut bahwa dirinya telah membayar Rp250 juta. Biaya itu terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan biaya haji reguler yang biayanya sekitar Rp56 juta.
“Untuk haji plus sekitar Rp 230 sampai 250 juta sedangkan untuk haji reguler hanya Rp56 juta. Jadi selisihnya ratusan juta. Kemudian untuk biaya ambil porsi Rp60 juta, sedangkan reguler hanya Rp25 juta, di sini bedanya reguler dan plus,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tarmi menuturkan, sebenarnya jadwal keberangkatan haji plusnya itu pada tahun 2019 lalu, namun harus gagal karena terkendala pandemi Covid-19. Sehingga, hajinya yang sempat tertunda itu baru terealisasikan pada tahun 2023 ini.
BACA JUGA:
Sukur Bin Idin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Lamongan
“Waktu itu gagal karena pandemi Covid-19. Baru tahun 2023 ini bisa berangkat. Nanti di tanah suci haji hanya 30-an hari. Berbeda dengan reguler yang 40-an hari,” katanya sembari menyebut sudah melakukan berbagai persiapan, seperti manasik, cek kesehatan dan lainnya.
Sementara itu, Hj Rizky Amelia SE, Direktur PT Elaf Indonesia, yang melayani umrah dan haji plus membenarkan bahwa Ibu Tarmi bakal berangkat haji plus VIP. Bahkan, sebelumnya Ibu Tarmi juga pernah berangkat umrah VIP melalui Elaf.
“Iya, beliau (Tarmi) adalah tukang pijat. Sudah pernah ikut umroh VIP di Elaf. Sekarang mau haji plus VIP. Beliau akan berangkat pada tanggal 17 Juni mendatang. Biayanya memang sekitar Rp230 juta,” ungkap Rizky Amelia, saat dihubungi. [riq/suf]






