Surabaya (beritajatim.com) – SD Citra Berkat Surabaya menggelar Family Day bertajuk ‘The Wonder of Indonesia’. Harapannya, dari kegiatan tersebut tercipta quality time antara anak dan orang tua, yang terkadang hampir tidak ada waktu untuk keluarga.
Kepala SD Citra Berkat Surabaya Rizka Novasari menilai bahwa komunikasi erat antara orang tua dan anak akan dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Menurutnya, susah-susah gampang untuk membangun komunikasi tersebut.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/polrestabes-surabaya-tangkap-pembobol-spesialis-kos-antarkota/
“Dengan Family Day ini diharapkan adanya quality time orang tua dan anak di sekolah. Melakukan aktifitas bahkan menyelesaikan challenge bersama,” ujarnya, Minggu (21/5/2023).
Di sisi lain, kegiatan ini juga mengusung permainan tradisional dan budaya Indonesia dengan tujuan menumbuhkan kecintaan pada tanah air yang dikemas apik dalam berbagai lomba.
“Orang tua dan anak kita challenge untuk melakukan berbagai aktifitas yaitu lomba fashion baju adat, menghias kue tradisional, dan Be number 1 pengetahuan tentang budaya Indonesia, khususnya Surabaya, Jawa Timur,” jelasnya.
Tak hanya itu, ada juga empat permainan tradisional seperti Bakiak Batok Kelapa Merah Putih, Aroma Nusantara, Aku Pancasila, dan Nyunggi Tempeh Katulistiwa. “Tentunya akan seru kerja sama orang tua dan anak untuk menyelesaikan tantangan,” imbuh Rizka.
Rizka menerangkan bahwa dengan memperkenalkan permainan tradisional, selain baik untuk aktifitas anak juga bisa mengalihkan perhatian anak terhadap permainan gawai.
Rizka berharap kegiatan Family Day ini bukan hanya membuat orang tua dan anak mempunyai quality time, namun juga menjadi ajang memperkenalkan budaya bangsa Indonesia. “Dengan permainan sederhana tentu menarik anak-anak. Kalau sudah tertarik, biasanya anak-anak akan mudah belajar dan mengingat. Memperkenalkannya sejak dini adalah upaya untuk melestarikan budaya bangsa,” harapnya.
Sementara Vita, orang tua Micha, siswa SD Citra Berkat Surabaya mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, selain bisa menciptakan quality time juga bisa mengenalkan anak pada budaya Indonesia.
“Kegiatan ini kreatif sekali. Hari ini Saya dan Micha ikut lomba menghias kue getuk. Getuk itu makan tradisional jaman saya kecil, Micha akhirnya kenal dengan jajanan jaman dulu. Saya senang bisa melihat Micha berkreasi secara langsung. Senang bisa nemani ikut lomba dan merasakan keseruan kegiatan di sekolah,” akunya. [ipl/kun]






